Tragedi Timothy Mahasiswa Unud, DPR Desak Reformasi Budaya Kampus: “Jangan Berlalu Tanpa Makna”

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR, Porosjambimedia.com — Tragedi meninggalnya Timothy Anugerah Saputra (22), mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, terus menjadi perhatian publik. Kasus yang diduga terkait perundungan ini menuai keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Komisi X DPR RI.

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa kematian Timothy tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa makna. Ia menilai, dunia pendidikan harus melakukan introspeksi menyeluruh dan reformasi budaya kampus agar kekerasan, baik fisik maupun verbal, tidak lagi terjadi.

“Kami tidak ingin tragedi ini berlalu tanpa makna. Saatnya seluruh perguruan tinggi berbenah dan menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta manusiawi,” ujar Hetifah, Minggu (19/10/2025).

Hetifah meminta seluruh perguruan tinggi segera menegakkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi.

Ia menegaskan pentingnya Satgas PPK (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) yang aktif, serta kanal pelaporan aman bagi mahasiswa.

“Kampus harus menyediakan ruang aman bagi korban untuk berbicara, tanpa takut intimidasi. Layanan konseling dan pendampingan psikologis juga wajib diberikan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga :  PS Semurup Putuskan Mundur dari Bupati Cup Kerinci 2025 Setelah Keputusan Ulang Laga Dipersoalkan

Komisi X juga mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) agar turun tangan langsung menangani kasus ini.

“Kami mendukung langkah cepat Kemendiktisaintek untuk memastikan keadilan bagi semua pihak, serta menegakkan aturan bagi pelaku dan melindungi korban,” kata Hetifah.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menanggapi desakan itu dengan memerintahkan Rektor Unud membentuk tim investigasi independen.

“Kami minta pihak kampus menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan memastikan proses penyelidikan berjalan transparan,” ujar Brian di Jakarta, Minggu malam (19/10/2025).

Pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud telah menjatuhkan sanksi organisasi kepada enam mahasiswa yang terlibat dalam percakapan daring bernada tidak empatik terhadap korban. Namun, keputusan sanksi akademik masih menunggu hasil evaluasi.

Pelaksana Tugas Wakil Dekan III FISIP Unud, Made Anom Wiranata, menyatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan program studi dan dosen pengampu.

Baca Juga :  Wako Alfin Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik Hingga Apresiasi Capaian Prestasi Generasi Muda

“Etika dan moral merupakan bagian dari penilaian akademik. Kami akan membahas detail langkah tindak lanjut bersama pihak prodi,” ujarnya.

Sementara itu, Polresta Denpasar masih mendalami penyebab kematian Timothy.

“Kami masih menyelidiki apakah korban meninggal karena bunuh diri, kecelakaan, atau faktor lain,” jelas Kompol I Ketut Sukadi, Sabtu (18/10/2025).

Kasus Timothy mengguncang dunia pendidikan dan memunculkan refleksi kolektif tentang budaya kekerasan dan tekanan sosial di lingkungan kampus.

Hetifah menegaskan kembali bahwa kampus bukan tempat untuk mempermalukan atau menyingkirkan seseorang, melainkan ruang tumbuh dan berkembang bagi mahasiswa.

“Kampus adalah tempat belajar, bukan arena kekuasaan sosial. Kita harus pastikan setiap mahasiswa merasa aman dan dihargai,” pungkasnya. (Hst)

Sumber Berita : Nasional.Kompas.com

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB