LAM-SAK Dorong Strategi Pembangunan Berbasis Budaya dan Sejarah Kerinci dalam Diskusi Rabuan Roadshow 2026

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com – Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci (LAM-SAK) menghadiri kegiatan Diskusi Rabuan Roadshow (DRR) Tahun 2026 yang digelar oleh Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Jambi di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi serta pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Dalam forum itu, Sekretaris Jenderal LAM-SAK, Safwandi, memaparkan strategi pembangunan daerah berbasis pemajuan kebudayaan, wisata adat, dan sejarah Kerinci.

Menurut Safwandi, Kerinci memiliki kekayaan adat, budaya, dan sejarah yang menjadi identitas penting masyarakat Sakti Alam Kerinci. Potensi tersebut dinilai tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dapat dijadikan kekuatan strategis dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.

Ia menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat regulasi melalui pembentukan Peraturan Daerah tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Sakti Alam Kerinci. Regulasi tersebut dinilai menjadi dasar hukum penting dalam pelestarian budaya dan pengembangan pembangunan berbasis adat.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama melalui penguatan kurikulum muatan lokal di sekolah. Materi mengenai sejarah adat, budaya Kerinci, bahasa daerah, seni tradisional, hingga nilai-nilai kearifan lokal diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berkarakter dan memahami identitas daerahnya.

Baca Juga :  Menggemparkan....!! Penemuan Sesosok M4y4t tanpa identitas di Desa Pinggir Air kec.kumun Debai.

Safwandi juga menyoroti pentingnya digitalisasi potensi wisata budaya dan sejarah adat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendataan digital situs budaya, dokumentasi tradisi adat, pengembangan website wisata budaya, virtual tour, serta promosi melalui media sosial.

Dalam mendukung pengembangan wisata budaya, pembangunan infrastruktur juga dianggap penting. Beberapa langkah yang diusulkan meliputi revitalisasi rumah adat, pembangunan museum budaya, penyediaan pusat informasi wisata, perbaikan akses jalan, serta penataan kawasan sejarah.

Di sisi lain, festival adat dan budaya seperti Kenduri Sko, napak tilas sejarah adat, seminar budaya, hingga pameran UMKM lokal diharapkan memperoleh dukungan anggaran dari APBD maupun program pemerintah pusat.

LAM-SAK juga mendorong pengembangan industri lokal pendukung wisata budaya, seperti kerajinan tradisional, kuliner khas Kerinci, kopi dan teh lokal, tenun adat, homestay, serta ekonomi kreatif berbasis budaya.

Untuk mewujudkan program tersebut, diperlukan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kota Sungai Penuh, dan LAM Sakti Alam Kerinci agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Rutan Sungai Penuh Sosialisasi Hak dan Kewajiban: Tegaskan Sanksi Cabut Remisi Bagi Warga Binaan yang Melanggar

Safwandi menambahkan, strategi penganggaran terpadu juga perlu diterapkan melalui penyusunan roadmap budaya, forum koordinasi, sinkronisasi program, serta monitoring bersama agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran.

Ia menyebut, peluang pendanaan dapat berasal dari berbagai program pemerintah pusat, seperti Program Pemajuan Kebudayaan, Dana Indonesiana, Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebudayaan, hingga dukungan Kementerian Pariwisata.

Dalam rencana tindak lanjut, program jangka pendek meliputi penyusunan perda masyarakat hukum adat, pendataan situs budaya, dan penyusunan kurikulum lokal. Sementara program jangka menengah mencakup revitalisasi situs budaya, digitalisasi budaya, serta pengembangan desa wisata adat.

Adapun target jangka panjang diarahkan agar Kerinci menjadi pusat wisata budaya di Provinsi Jambi sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya dan sejarah daerah. (Hst)

Berita Terkait

Gelar Bimwin Gelombang II Tahun 2026, Kemenag Kerinci Dorong Catin Siapkan Diri Menuju Keluarga Sakinah
PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital
Tinjau Pelaksanaan OMI Hari Terakhir, Kakan Kemenag Pastikan OMI Kabupaten Kerinci Berjalan Lancar
Buka OMI 2026, Kakankemenag Kerinci Dorong Peserta Tampil Maksimal hingga Tingkat Nasional
Dua Ekor Beruang Masuk Ladang dan Merusak Tanaman Warga di Kerinci, Warga Resah
Kemenag Kerinci Buka Peluang ASN Lanjut S1, 38 Pegawai Ikuti Sosialisasi Program Pendidikan
Jelang Manasik RA, Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan dan Perkuat Kegiatan Islami
Bekali Calon Pengantin Membangun Keluarga Sakinah, Kemenag Kerinci Gelar Bimbingan Perkawinan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB