JAKARTA, Porosjambimedia.com– Sebuah kisah medis luar biasa datang dari China, di mana seorang pria berusia 40 tahun dilaporkan berhasil “hidup kembali” setelah mengalami henti jantung selama hampir 40 jam.
Kasus ini diungkap oleh dokter darurat, Lu Xiao, dari Second Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicine melalui media sosialnya.
Menurut laporan, pasien awalnya mengalami kondisi henti jantung yang menyebabkan jantungnya berhenti berdetak. Tim medis telah melakukan berbagai upaya, termasuk defibrilasi listrik, namun tidak berhasil mengembalikan detak jantung pasien.
Dalam kondisi kritis tersebut, tim dokter kemudian menggunakan teknologi Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) untuk mempertahankan fungsi tubuh pasien.
ECMO merupakan alat bantu medis yang berfungsi menggantikan kerja jantung dan paru-paru dengan cara mengalirkan darah keluar tubuh, menambahkan oksigen, lalu mengembalikannya kembali ke dalam tubuh. Teknologi ini memungkinkan organ vital tetap bekerja meskipun jantung tidak berdetak.
Berkat penggunaan ECMO, pasien mampu bertahan selama hampir dua hari tanpa detak jantung. Setelah melewati masa kritis tersebut, detak jantung pasien akhirnya kembali normal.
Pasien kemudian tetap menjalani perawatan intensif menggunakan ECMO selama kurang lebih 10 hari hingga kondisinya stabil. Dalam waktu sekitar 20 hari, ia dilaporkan hampir pulih sepenuhnya.
Yang mengejutkan, pasien dapat keluar dari rumah sakit dalam kondisi baik tanpa mengalami komplikasi serius seperti stroke atau gangguan organ lainnya.
Kasus ini menjadi salah satu contoh kemajuan dunia medis modern, sekaligus menunjukkan pentingnya teknologi penunjang hidup dalam menyelamatkan pasien dengan kondisi kritis ekstrem. (Hst)















