Jakarta, Porosjambimedia.com –Ribuan jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Arab Saudi akibat gangguan penerbangan internasional yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Banyak jemaah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah kini belum dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal kepulangan.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya mobilitas umat Islam selama bulan Ramadan. Pada periode tersebut, jumlah jemaah yang datang ke Tanah Suci meningkat signifikan sehingga aktivitas penerbangan dan layanan akomodasi ikut mengalami lonjakan.
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Anggawira, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi para jemaah yang tertahan di Tanah Suci. Ia menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret agar permasalahan tersebut tidak semakin meluas.
Berdasarkan laporan dari sejumlah penyelenggara perjalanan umrah dan komunitas jemaah, diperkirakan sekitar 54 ribu jemaah Indonesia saat ini berada di dua kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah, serta berpotensi terdampak keterlambatan kepulangan.
Menurut Anggawira, kondisi tersebut juga dapat menimbulkan beban biaya tambahan bagi para jemaah. Keterlambatan kepulangan akan meningkatkan pengeluaran untuk hotel, konsumsi, serta kebutuhan lain selama berada di Tanah Suci.
Ia menilai penting bagi pemerintah untuk melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan maskapai penerbangan dan otoritas terkait di Arab Saudi. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan situasi serta memastikan kepulangan jemaah berlangsung aman dan terkoordinasi. (Khy)















