Jakarta, Porosjambimedia.com – Kebiasaan menikmati kopi atau teh saat berbuka maupun sahur masih menjadi favorit banyak orang selama Ramadan. Namun, apakah1 kebiasaan ini aman bagi kesehatan?
Spesialis urologi Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo Menjelaskan bahwa minum kopi atau teh saat berbuka sebenarnya diperbolehkan, selama tidak berlebihan dan tetap mengutamakan air putih sebagai sumber utama cairan tubuh. Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan hidrasi yang optimal, sehingga air putih menjadi pilihan terbaik.
Menurutnya, minuman berkafein sebaiknya tidak menggantikan kebutuhan air putih. Konsumsi kopi atau teh cukup dilakukan sesekali dan dalam jumlah terbatas, misalnya satu cangkir. Ia juga menyarankan agar kebutuhan cairan dipenuhi terlebih dahulu dengan air putih sebelum mengonsumsi minuman lain, guna mencegah rasa begah dan memastikan hidrasi tetap tercukupi.
Bagi individu yang memiliki keluhan sering buang air kecil atau sensitif terhadap kafein, konsumsi kopi dan teh sebaiknya lebih dibatasi. Kafein dapat merangsang produksi urine, sehingga pada sebagian orang bisa memicu rasa tidak nyaman.
Hal serupa juga disampaikan oleh dr. Nur Rasyid, SpU. Ia menyebutkan bahwa kopi boleh diminum saat sahur atau beberapa waktu setelah berbuka, asalkan perut sudah terisi makanan. Minum kopi dalam kondisi perut kosong dapat memicu gangguan lambung pada sebagian orang.
Selain itu, konsumsi kopi sebaiknya tidak terlalu dekat dengan waktu tidur. Kandungan kafein dapat mengganggu kualitas istirahat, padahal tidur yang cukup sangat penting selama Ramadan agar tubuh tetap bugar.
Bagi penderita hipertensi atau kondisi medis tertentu, pembatasan kafein menjadi lebih penting. Namun untuk orang sehat, minum kopi dalam jumlah wajar umumnya tidak menjadi masalah.
Intinya, menikmati kopi saat Ramadan boleh saja, tetapi tetap bijak dalam jumlah dan waktu konsumsinya. Prioritaskan air putih, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik, dan sesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. (Ai)















