Pemerintah Temukan Ribuan Warga Mampu Masih Nikmati Subsidi BPJS, Data PBI Akan Dibersihkan

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Pemerintah menemukan adanya ketidaksesuaian dalam data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan terdapat 1.824 orang dari kelompok ekonomi tertinggi yang masih tercatat sebagai penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.

Temuan tersebut diperoleh setelah proses pembersihan dan pemadanan data kepesertaan. Kelompok yang dimaksud berasal dari desil 10 atau lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Menurut Budi, kondisi ini berpotensi menghambat masyarakat yang benar-benar membutuhkan untuk mendapatkan akses bantuan. Pasalnya, kuota PBI yang disediakan pemerintah saat ini terbatas, yakni sekitar 96,8 juta peserta.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci gelar Rapat Koordinasi Percepatannya Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Sebagai langkah perbaikan, pemerintah akan melakukan rekonsiliasi data dalam waktu tiga bulan ke depan terhadap sekitar 11 juta peserta yang statusnya berubah dari PBI menjadi non-PBI. Proses ini melibatkan BPJS Kesehatan, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, serta pemerintah daerah.

Penyesuaian dilakukan agar peserta dari kelompok ekonomi atas tidak lagi menerima subsidi iuran. Dengan begitu, alokasi bantuan dapat diberikan kepada masyarakat dalam desil 1 hingga 5 yang masih belum terakomodasi.

Meski ada penataan data, Kementerian Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan, termasuk bagi pasien dengan penyakit katastropik atau kondisi kritis, tetap berjalan tanpa gangguan selama proses evaluasi berlangsung.

Baca Juga :  Robi Syianturi: Bonus Emas SEA Games untuk Istri dan Calon Buah Hati

Pemerintah menegaskan bahwa tujuan pembaruan data ini adalah memastikan program bantuan tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar tidak mampu. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB