Jakarta, Porosjambimedia.com– Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memahami dan mempraktikkan fungsi legislasi sejak dini sebagai bekal menyiapkan masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikan saat ia menerima kunjungan delegasik Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Kompleks Parlemen, Senayan.
Dalam pertemuan tersebut, HNW menyatakan dukungannya terhadap agenda DPM UMJ yang akan menggelar Sekolah Legislatif Nasional serta Forum Musyawarah Nasional DPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Ia menilai inisiatif tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun kualitas calon legislator muda.
Menurut HNW, demokrasi tidak dapat berjalan optimal tanpa fungsi legislasi yang kuat dan dijalankan oleh aktor-aktor yang berintegritas. Oleh karena itu, pembiasaan berorganisasi dan berlatih memahami proses legislasi di kalangan mahasiswa menjadi fondasi penting sebelum terjun ke parlemen.
Ia menekankan bahwa peran legislator tidak hanya terbatas pada legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga advokasi terhadap kepentingan rakyat. Fungsi advokasi ini, kata HNW, sering kali terabaikan, padahal merupakan amanat langsung dari sumpah jabatan wakil rakyat.
HNW juga mencontohkan keberhasilan MPR RI pada masa reformasi yang melakukan amandemen UUD 1945, khususnya Pasal 7 terkait pembatasan masa jabatan presiden. Perubahan tersebut, lanjutnya, merupakan bukti konkret bahwa suara mahasiswa dan masyarakat mampu mendorong lahirnya kebijakan konstitusional yang membawa kemaslahatan bangsa.
Selain itu, ia menyoroti peran MPR dalam memasukkan nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia ke dalam tujuan pendidikan nasional melalui perubahan Pasal 31 UUD 1945. Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan bahwa legislasi memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk arah peradaban dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
HNW mengingatkan bahwa sejarah bangsa mencatat peran besar tokoh-tokoh muda berlatar belakang aktivis mahasiswa dalam perumusan UUD 1945. Ia meyakini bahwa mahasiswa masa kini memiliki tanggung jawab serupa dalam menentukan wajah Indonesia Emas 2045.
Di era keterbukaan informasi saat ini, HNW mendorong mahasiswa Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk aktif berkontribusi dengan menjunjung nilai fastabiqul khairat, menghadirkan generasi muda yang berkemajuan, berkeadaban, dan mampu memperkuat demokrasi berkualitas.
Sementara itu, Ketua DPM UMJ, Dzul Fikran, menyampaikan bahwa Sekolah Legislatif Nasional dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa PTMA di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis tentang peran legislator, pengawalan kebijakan eksekutif, serta mekanisme pembentukan undang-undang, sebagai langkah awal dari kampus menuju pengabdian bagi bangsa. (Khy)















