Tragedi Bocah 10 Tahun Di Cianjur Ditemukan Meninggal ,Diduga Bunuh diri 

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR, PorosJambiMedia.com — Warga Kampung Cihaur, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digemparkan oleh peristiwa tragis penemuan seorang anak berusia 10 tahun yang ditemukan meninggal dunia di rumah neneknya pada Kamis (23/10/2025) sore.

Korban, yang masih duduk di kelas lima sekolah dasar, ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali yang terikat di kusen pintu kamar. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh sang nenek, yang langsung meminta bantuan warga sekitar.

Paman korban, TF (43), mengatakan keluarganya sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Menurutnya, korban dikenal sebagai anak yang ceria, rajin, dan disukai banyak teman di lingkungan sekitar.

“Anaknya periang, suka bantu-bantu kalau ada kegiatan di kampung. Enggak pernah kelihatan murung atau punya masalah,” tutur TF di rumah duka.

Korban diketahui tinggal bersama neneknya sejak kecil setelah ayahnya meninggal dunia, sementara ibunya menikah kembali dan tinggal di luar daerah.

Baca Juga :  Bayar Pajak Lebih Awal, Pemkot Sungai Penuh Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan 90 Hari Sebelum Jatuh Tempo

“Dia memang lebih nyaman tinggal di sini, karena dari kecil neneknya yang merawat,” tambah TF dengan suara bergetar.

Hingga kini, keluarga mengaku tidak mengetahui penyebab pasti di balik tindakan korban. Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap barang pribadi dan ponselnya, tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan.

“Kami tidak tahu apa yang mendorongnya melakukan itu. Kami sudah ikhlas, ini mungkin sudah takdir,” ujar TF dengan lirih.

Kepala Desa Gunungsari, Aji Cahya, mengaku turut terkejut saat menerima kabar tersebut. Ia langsung mengerahkan perangkat desa untuk mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

“Jujur kami kaget, apalagi yang menjadi korban anak di bawah umur. Kami belum pernah ada kejadian seperti ini di desa kami,” ungkap Aji.

Menurut Aji, pihak desa bersama pihak sekolah dan Bhabinkamtibmas kini tengah menghimpun keterangan tambahan. Hingga saat ini, guru-guru dan teman sekolah korban tidak melihat adanya perubahan perilaku yang menonjol.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Rumus Kenaikan Upah 2026, Begini Perkiraan UMP di 38 Provinsi

“Dari informasi guru dan teman-teman sekolahnya, anak ini biasa saja. Tidak ada tanda-tanda murung atau menarik diri,” jelasnya.

Pihak kepolisian dari Polsek Ciranjang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jasad korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar dan pihak sekolah. Pemerintah desa berencana menggandeng Dinas Sosial serta tenaga konselor sekolah untuk memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga dan teman-teman korban.

“Kita semua harus lebih peka terhadap kondisi anak-anak di sekitar kita. Kadang mereka terlihat bahagia, tapi menyimpan beban yang tidak disadari,” ujar Aji. (Hst)

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB