CIANJUR, PorosJambiMedia.com — Warga Kampung Cihaur, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digemparkan oleh peristiwa tragis penemuan seorang anak berusia 10 tahun yang ditemukan meninggal dunia di rumah neneknya pada Kamis (23/10/2025) sore.
Korban, yang masih duduk di kelas lima sekolah dasar, ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali yang terikat di kusen pintu kamar. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh sang nenek, yang langsung meminta bantuan warga sekitar.
Paman korban, TF (43), mengatakan keluarganya sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Menurutnya, korban dikenal sebagai anak yang ceria, rajin, dan disukai banyak teman di lingkungan sekitar.
“Anaknya periang, suka bantu-bantu kalau ada kegiatan di kampung. Enggak pernah kelihatan murung atau punya masalah,” tutur TF di rumah duka.
Korban diketahui tinggal bersama neneknya sejak kecil setelah ayahnya meninggal dunia, sementara ibunya menikah kembali dan tinggal di luar daerah.
“Dia memang lebih nyaman tinggal di sini, karena dari kecil neneknya yang merawat,” tambah TF dengan suara bergetar.
Hingga kini, keluarga mengaku tidak mengetahui penyebab pasti di balik tindakan korban. Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap barang pribadi dan ponselnya, tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan.
“Kami tidak tahu apa yang mendorongnya melakukan itu. Kami sudah ikhlas, ini mungkin sudah takdir,” ujar TF dengan lirih.
Kepala Desa Gunungsari, Aji Cahya, mengaku turut terkejut saat menerima kabar tersebut. Ia langsung mengerahkan perangkat desa untuk mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
“Jujur kami kaget, apalagi yang menjadi korban anak di bawah umur. Kami belum pernah ada kejadian seperti ini di desa kami,” ungkap Aji.
Menurut Aji, pihak desa bersama pihak sekolah dan Bhabinkamtibmas kini tengah menghimpun keterangan tambahan. Hingga saat ini, guru-guru dan teman sekolah korban tidak melihat adanya perubahan perilaku yang menonjol.
“Dari informasi guru dan teman-teman sekolahnya, anak ini biasa saja. Tidak ada tanda-tanda murung atau menarik diri,” jelasnya.
Pihak kepolisian dari Polsek Ciranjang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jasad korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar dan pihak sekolah. Pemerintah desa berencana menggandeng Dinas Sosial serta tenaga konselor sekolah untuk memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga dan teman-teman korban.
“Kita semua harus lebih peka terhadap kondisi anak-anak di sekitar kita. Kadang mereka terlihat bahagia, tapi menyimpan beban yang tidak disadari,” ujar Aji. (Hst)
Sumber Berita : Kompas.com















