New York City, Porosjambimedia.com– Cuaca musim dingin ekstrem melanda Amerika Serikat dan menimbulkan dampak luas, mulai dari korban jiwa hingga lumpuhnya aktivitas publik. Sedikitnya 30 orang dilaporkan meninggal dunia akibat badai salju dan suhu beku yang menyelimuti sebagian besar wilayah negara tersebut.
Badai musim dingin kuat yang bergerak dari wilayah selatan hingga timur laut AS membawa salju tebal dan lapisan es berbahaya. Di sejumlah daerah, ketinggian salju dilaporkan mencapai lebih dari 30 sentimeter, bahkan menembus 50 sentimeter di beberapa titik di Pennsylvania bagian utara.
Badan Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) mencatat suhu ekstrem dengan angin dingin mencapai minus 31 derajat Celsius, terutama pada malam hari. Kondisi ini diperparah dengan masuknya massa udara Arktik baru yang diperkirakan akan mempertahankan suhu beku dalam beberapa hari ke depan.
Cuaca ekstrem ini menyebabkan transportasi lumpuh, ribuan penerbangan dibatalkan, dan sekolah-sekolah di berbagai negara bagian terpaksa meniadakan kegiatan belajar mengajar. Jalanan yang tertutup es juga memicu kecelakaan fatal, termasuk insiden kendaraan pembersih salju yang menewaskan warga di Massachusetts dan Ohio.
Korban jiwa juga dilaporkan akibat kecelakaan seluncur salju di Arkansas dan Texas, serta kasus hipotermia di beberapa wilayah. Di Kansas, seorang guru muda ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun salju, sementara di New York City, delapan orang tewas ditemukan di luar ruangan saat suhu anjlok drastis.
Negara bagian Tennessee, Louisiana, Pennsylvania, Mississippi, New Jersey, dan South Carolina turut melaporkan korban meninggal akibat badai ini, dengan penyebab yang masih beragam dan sebagian masih dalam penyelidikan otoritas setempat.
Selain korban jiwa, badai musim dingin ini juga memicu pemadaman listrik besar-besaran. Data dari situs pemantau jaringan listrik mencatat lebih dari 560 ribu pelanggan kehilangan aliran listrik, terutama di wilayah selatan AS. Sektor penerbangan pun terdampak parah, dengan lebih dari 11 ribu penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan dalam satu hari.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan tetap waspada terhadap risiko hipotermia serta kecelakaan akibat jalan licin. (Dta)















