Pyongyang, Porosjambimedia.com– Korea Utara kembali memperluas sektor pariwisatanya dengan meresmikan kawasan wisata baru di pesisir timur negara tersebut. Destinasi anyar itu bernama Kawasan Taman Pantai Yombunjin, yang terletak di Provinsi Hamgyong Utara.
Peresmian kawasan wisata pantai ini digelar pada Rabu pekan lalu dan dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Minggu (25/1/2026). Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Korea Utara untuk menghadirkan destinasi liburan dengan fasilitas modern.
Pembangunan hotel di kawasan Pantai Yombunjin sejatinya telah dimulai sejak Juli 2011 atas arahan mendiang Kim Jong Il. Namun, proyek tersebut sempat terhenti cukup lama sebelum kembali dilanjutkan.
Pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong-un, meninjau langsung lokasi tersebut pada 2018. Dalam kunjungannya, Kim memerintahkan perubahan desain serta percepatan pembangunan agar kawasan pantai tersebut menjadi taman wisata modern yang representatif.
Menurut laporan KCNA, kawasan Yombunjin Haeyang Hostel dan area pantainya kini dilengkapi beragam fasilitas, mulai dari bioskop, pusat perbelanjaan, hingga arena permainan video. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengunjung.
Ketua Komite Rakyat Provinsi Hamgyong Utara, Pak Myong-ho, menyatakan kawasan wisata ini diharapkan menjadi tempat istirahat yang nyaman, tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga bagi para pelancong yang datang untuk keperluan perjalanan dinas.
Pengembangan pariwisata ini dinilai sebagai strategi Korea Utara untuk memperoleh pemasukan devisa di tengah tekanan sanksi internasional. Sebelumnya, pada Juli tahun lalu, Korea Utara juga membuka kawasan wisata Wonsan Kalma di pesisir timur guna menarik wisatawan mancanegara.
Selain itu, awal pekan ini pemerintah Korea Utara meresmikan Kamp Liburan Pekerja Onpho, sebuah resor pemandian air panas di provinsi yang sama, setelah melalui proses renovasi selama bertahun-tahun. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pyongyang dalam menggenjot proyek-proyek pariwisata berskala besar. (Dta)















