Tekanan Terhadap Gereja Independen di China Kian Menguat

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Tekanan pemerintah China terhadap gereja-gereja Kristen yang tidak berada di bawah kendali negara kembali meningkat. Sejumlah pemimpin gereja independen dilaporkan ditangkap aparat, sementara beberapa bangunan gereja diratakan dengan alat berat di berbagai wilayah.

Gereja Hujan Awal (Early Rain Covenant Church) yang berbasis di Chengdu, China tengah, mengonfirmasi bahwa sembilan anggotanya ditahan polisi pada Selasa (6/1/2026). Penahanan terjadi setelah aparat menggeledah rumah-rumah jemaat serta kantor gereja. Lima orang kemudian dibebaskan sehari setelahnya, sementara empat lainnya masih berada dalam tahanan.

Di wilayah lain, sekitar 1.500 kilometer dari Chengdu, aparat pemerintah setempat membongkar sebagian bangunan Gereja Yayang di Wenzhou, Provinsi Zhejiang. Proses perobohan melibatkan buldoser, derek, dan penjagaan ketat aparat keamanan. Video peristiwa tersebut diperoleh ChinaAid, organisasi nirlaba yang memantau pelanggaran kebebasan beragama di China.

Hingga kini, otoritas China belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan maupun pembongkaran gereja tersebut. BBC juga melaporkan telah meminta tanggapan dari Kedutaan Besar China di Inggris, namun belum menerima jawaban.

Menurut data pemerintah China, terdapat sekitar 44 juta umat Kristen pada 2018. Namun, angka tersebut diyakini tidak mencakup jemaat gereja bawah tanah yang beroperasi tanpa izin resmi negara.

Baca Juga :  Sekolah Indonesia Kairo Gelar Kemah Pramuka

Partai Komunis China secara konsisten menuntut umat Kristen untuk hanya beribadah di gereja dan di bawah pendeta yang disetujui pemerintah. Kelompok-kelompok Kristen menilai, dalam beberapa tahun terakhir, tekanan ini meningkat tajam, terutama terhadap gereja independen.

Sejumlah pemimpin gereja menyebut, aparat kini bergerak lebih cepat dalam menangkap pendeta atau penatua yang tidak memiliki izin. Jika sebelumnya peringatan dan denda menjadi tahapan awal, kini penahanan langsung dilakukan tanpa proses panjang.

Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, pemerintah China memperketat kontrol terhadap aktivitas keagamaan. Xi mendorong kebijakan “Sinofikasi agama”, yang mewajibkan ajaran dan praktik keagamaan menyesuaikan nilai serta ideologi Partai Komunis.

Li Yingqiang, salah satu pemimpin Gereja Hujan Awal yang kini ditahan bersama istrinya, Zhang Xinyue, sebelumnya menulis surat kepada jemaatnya pada November 2025. Dalam surat tersebut, ia memperingatkan kemungkinan datangnya “gelombang penindasan baru” terhadap gereja.

Gereja Hujan Awal menyebut penangkapan ini sebagai operasi terkoordinasi dan mengaku belum memperoleh kejelasan terkait status hukum para tahanan. Pihak gereja juga menyatakan kehilangan kontak dengan dua anggota lainnya.

Baca Juga :  Pakar Rusia Nilai Perang Dunia III Sudah Dimulai dalam Bentuk Konflik Global Terselubung

Di Wenzhou, yang dijuluki “Yerusalem-nya China” karena besarnya populasi Kristen, aparat dilaporkan mengerahkan ratusan personel bersenjata untuk mengamankan area sekitar Gereja Yayang. Warga sekitar diminta menjauh dan dilarang mendokumentasikan kejadian.

ChinaAid dan Human Rights Watch mencatat, sejak akhir 2025, puluhan hingga ratusan anggota gereja independen telah ditangkap di berbagai kota. Penindakan ini dinilai sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah pusat untuk menghapus keberadaan gereja yang tidak sepenuhnya tunduk pada ideologi negara.

Organisasi hak asasi manusia mendesak pemerintah China untuk membebaskan pemeluk agama yang ditahan dan menghormati kebebasan beragama sebagai hak dasar warga negara. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB