10 Negara dengan Transaksi Tunai Tertinggi, Indonesia Masih di Level Menengah

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com — Meski dunia semakin bergerak ke arah digital, masih banyak negara yang mengandalkan uang tunai sebagai metode pembayaran utama dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Data yang dirangkum oleh Visual Capitalist dari Forex.se menunjukkan bahwa tingkat penggunaan uang tunai masih tinggi, terutama di negara dengan ekonomi yang belum berkembang penuh.

Myanmar menempati posisi teratas dengan sekitar 98% transaksi harian masih menggunakan uang tunai, disusul Ethiopia dan Gambia yang masing-masing mencapai 95%. Ketergantungan ini erat kaitannya dengan minimnya infrastruktur keuangan, rendahnya tingkat literasi digital, dan akses internet yang terbatas.

Ketimpangan Digital di Dunia

Sementara negara berkembang masih bergantung pada uang fisik, negara maju justru hampir sepenuhnya beralih ke sistem pembayaran digital. Swedia, Norwegia, dan Korea Selatan berada di kelompok terendah dalam penggunaan uang tunai—sekitar 10–14% dari total transaksi harian. Infrastruktur digital yang kuat, akses internet cepat, dan sistem keamanan transaksi menjadi faktor pendorongnya.

Uniquely, Amerika Serikat masih mencatat 16% transaksi tunai, menunjukkan bahwa meski ekonominya maju, sebagian warganya tetap mempertahankan penggunaan uang fisik.

Baca Juga :  Julia Prastini Buka Suara Usai Jadi Sorotan, Ungkap Permintaan Maaf dan Keinginan Berubah

Negara berpendapatan menengah seperti Mexico (80%), India (70%), dan Thailand (65%) menghadapi tantangan yang disebut middle-income digital gap. Sistem keuangan yang berkembang tidak selalu diikuti pemerataan literasi teknologi dan kesiapan infrastruktur. India menjadi pengecualian berkat penetrasi UPI yang menurunkan dominasi uang tunai dari 90% menjadi 70%.

Beberapa negara kaya seperti Jepang (60%) dan Jerman (51%) menjadi anomali karena preferensi budaya yang masih kuat pada uang tunai—mulai dari alasan privasi hingga kebiasaan masyarakat pedesaan.

China justru menjadi negara maju-menengah paling digital dengan penggunaan uang tunai hanya sekitar 10%, didorong pesatnya ekosistem Alipay dan WeChat Pay.

Posisi Indonesia

Indonesia berada di peringkat ke-28 dunia, dengan sekitar 70% transaksi harian masih berbasis tunai. Ketergantungan ini paling terasa di luar kota besar, tempat infrastruktur digital belum merata.

Meski begitu, perubahan ke arah cashless semakin kuat. Sistem pembayaran berbasis QR Code melalui QRIS terus berkembang. Hingga Agustus 2025, transaksi QRIS mencapai 8,86 miliar dengan 40 juta merchant terdaftar.

Baca Juga :  Buyer Mesir Minati Gaharu, Aki dan Suku Cadang Kendaraan Indonesia

Platform dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay turut mendorong masyarakat beralih ke pembayaran nontunai, bukan hanya untuk ritel, tetapi juga layanan publik dan transportasi.

Bank Indonesia memainkan peran besar melalui BI-FAST dan integrasi QR lintas negara yang mempercepat transaksi sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi kawasan.

Korea Selatan: Negara Paling Minim Penggunaan Tunai

Korea Selatan muncul sebagai salah satu negara paling “cashless” di dunia. Hanya sekitar 10% transaksi yang masih dilakukan dengan uang tunai. Dukungan infrastruktur digital merata, penetrasi smartphone tinggi, serta keamanan siber mumpuni menjadikan masyarakat nyaman menggunakan layanan seperti KakaoPay dan NaverPay untuk hampir seluruh kebutuhan sehari-hari. (Hst)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB