1 dari 7 Anak di Indonesia Terpapar Timbal Berlebih, Ini Fakta Penting yang Perlu Diketahui Orang Tua

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Paparan logam berat timbal pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang kerap luput dari perhatian. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa hasil survei terbaru menunjukkan 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah melebihi ambang batas aman.

Dalam penelitian yang melibatkan 1.617 anak dari 12 wilayah surveilans, ditemukan kadar timbal darah anak berada di atas 5 mikrogram per desiliter, batas yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Beberapa daerah dengan angka paparan tertinggi antara lain Kabupaten Bima (33 persen), Kabupaten Lamongan (28 persen), serta Kota Surabaya (22 persen). Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kewaspadaan dan edukasi bagi masyarakat, khususnya orang tua.

*Dampak Timbal Bisa Ganggu Kecerdasan dan Pertumbuhan Anak*

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr dr Then Suyanti, MM, menjelaskan bahwa dampak paparan timbal pada anak tidak selalu muncul secara langsung. Efeknya biasanya baru terlihat setelah paparan berlangsung lama dan berulang.

Baca Juga :  Metode Seduh Kopi Ternyata Berpengaruh pada Kolesterol, Ini Penjelasannya

 

Dalam jangka panjang, timbal dapat memengaruhi sistem saraf dan otak anak, menyebabkan penurunan kecerdasan (IQ), gangguan perilaku, hingga keterlambatan tumbuh kembang.

Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Dr Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, MKes, menambahkan bahwa paparan timbal juga berkaitan dengan masalah kesehatan lain, seperti anemia dan stunting.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara tingginya kadar timbal dengan kejadian stunting dan anemia pada anak.

*Sumber Paparan Timbal di Sekitar Anak*

Paparan timbal dapat berasal dari berbagai sumber di lingkungan sekitar. Di antaranya tanah yang terkontaminasi, aktivitas daur ulang aki, cat tembok yang mengelupas, hingga mainan anak dengan bahan cat mengandung timbal.

Selain itu, peralatan masak tertentu serta produk kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan juga berpotensi menjadi sumber paparan logam berat ini.

*Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Orang Tua*

Untuk melindungi anak dari risiko paparan timbal, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi langkah utama. Orang tua yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi disarankan untuk membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anak.

Baca Juga :  Ratusan Sopir Truk Gelar Aksi Damai Dikawasan Tugu Keris Siginjai, Ini Tuntutan mereka..!

Berikut beberapa langkah pencegahan yang disarankan:

1. Membersihkan rumah secara rutin menggunakan kain basah.

2. Membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan.

3. Mengganti pakaian setelah pulang bekerja.

4. Melepas alas kaki sebelum masuk rumah.

5. Memberikan makanan kaya kalsium, zat besi, dan vitamin C.

6. Menggunakan produk berlabel BPOM RI atau SNI.

7. Melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak secara rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan.

Dengan pencegahan yang tepat dan kesadaran sejak dini, risiko paparan timbal pada anak dapat ditekan sehingga tumbuh kembang dan kesehatan mereka tetap terjaga. (Ai)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB