Jakarta, Porosjambimedia.com- Minum kopi sudah menjadi kebiasaan harian banyak orang. Namun, tidak semua cara menyeduh kopi memberikan dampak yang sama bagi tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa teknik penyeduhan dapat memengaruhi kadar kolesterol, khususnya kolesterol jahat atau LDL.
Sebuah riset yang dikutip dari Harrison Healthcare melibatkan 64 relawan sehat. Mereka diminta mengonsumsi kopi filter dan kopi tanpa filter selama 17 hari, lalu dibagi ke dalam tiga kelompok penelitian selama 79 hari berikutnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang rutin minum kopi tanpa filter mengalami peningkatan kolesterol total dan LDL. Kenaikannya bahkan mencapai sekitar 16 mg/dL. Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi kopi dengan kertas filter tidak mengalami perubahan signifikan pada kadar kolesterol.
Mengapa Kopi Tanpa Filter Berisiko?
Kopi tanpa filter mengandung senyawa bernama cafestol. Zat ini berasal dari minyak alami kopi dan diketahui dapat memengaruhi produksi asam empedu di hati, sehingga berdampak pada peningkatan kolesterol.
Metode seduh seperti French press, kopi Turki, dan kopi tubruk tidak menggunakan kertas filter. Akibatnya, kandungan cafestol tetap berada dalam minuman.
Sebaliknya, penggunaan kertas filter pada metode drip atau pour-over mampu menahan sebagian besar cafestol, sehingga kandungannya dalam kopi menjadi lebih rendah.
Perbandingan Beberapa Metode Seduh
Beberapa teknik penyeduhan memiliki kadar cafestol yang berbeda-beda:
1. Drip coffee dan pour-over dengan kertas filter: kadar cafestol rendah, lebih aman untuk jantung.
2. Espresso dan moka pot: menggunakan saringan logam, masih mengandung cafestol tetapi lebih rendah dibanding kopi tanpa filter penuh.
3. Kopi instan: hampir tidak mengandung cafestol karena telah melalui proses penyaringan saat produksi.
Dengan demikian, pemilihan metode seduh menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Apakah Jenis Biji dan Tingkat Sangrai Berpengaruh?
Penelitian mengenai perbedaan antara biji Arabika dan robusta terhadap kadar cafestol masih belum menunjukkan hasil yang konsisten. Begitu pula dengan tingkat sangrai, baik terang maupun gelap, belum terbukti secara kuat memengaruhi kadar minyak kopi secara signifikan.
Para ahli menekankan bahwa metode penyeduhan tetap menjadi faktor utama yang menentukan kadar cafestol dalam secangkir kopi.
Tips Aman Minum Kopi untuk Kesehatan Jantung
Bagi yang memiliki perhatian khusus terhadap kadar LDL, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Pilih kopi yang diseduh dengan kertas filter.
2. Batasi konsumsi kopi tanpa filter seperti tubruk atau French press.
3. Perhatikan pola makan dengan mengurangi lemak jenuh.
4. Perbanyak asupan serat larut untuk membantu menurunkan kolesterol.
Perubahan sederhana dalam cara menyeduh kopi dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung, tanpa harus berhenti menikmati minuman favorit setiap hari. (Ai)















