Jakarta, Porosjambimedia.com – Telur dikenal sebagai sumber protein yang mudah diolah dan sering menjadi pilihan utama saat sarapan. Namun, banyak orang masih ragu mengonsumsi telur karena takut kadar kolesterol meningkat dan berisiko bagi kesehatan jantung.
Faktanya, para pakar gizi dan kesehatan jantung menegaskan bahwa kolesterol dalam telur bukanlah penyebab utama naiknya kolesterol jahat (LDL). Justru, konsumsi lemak jenuh berlebih dari makanan lain memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kesehatan pembuluh darah.
Studi terbaru menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan hanya memberi dampak kecil pada kadar kolesterol darah. Dengan kata lain, telur tidak seburuk yang selama ini dikhawatirkan.
*Berapa Banyak Telur yang Aman Dikonsumsi?*
Jumlah telur yang dianjurkan bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu:
1. Orang sehat: Aman mengonsumsi hingga 1 butir telur utuh per hari atau 2 putih telur per hari.
2. Penderita penyakit tertentu (jantung, diabetes, kolesterol tinggi): Disarankan membatasi konsumsi hingga 4 kuning telur per minggu.
Ahli gizi kardiovaskular Julia Zumpano menekankan bahwa batas ini berlaku jika asupan lemak jenuh dari makanan lain tetap terkontrol, seperti dari daging merah, keju, dan mentega.
Menurutnya, total konsumsi lemak jenuh jauh lebih berpengaruh terhadap peningkatan LDL dibandingkan kolesterol alami dalam telur.
*Masalahnya Sering Bukan pada Telurnya*
Satu butir telur besar hanya mengandung sekitar 1,6 gram lemak jenuh dan kaya nutrisi penting seperti kolin, lutein, dan zeaxanthin yang baik untuk otak dan mata.
Namun, menu pendamping telur sering menjadi sumber masalah. Misalnya, sarapan berupa telur dengan sosis, keju, dan mentega bisa mengandung 14–20 gram lemak jenuh, hampir mendekati batas harian yang dianjurkan dalam satu kali makan.
Artinya, risiko lebih sering berasal dari cara penyajian, bukan dari telurnya sendiri.
*Cara Mengolah Telur yang Lebih Sehat*
Metode memasak telur sangat berpengaruh pada nilai kesehatannya. Menggoreng telur dengan mentega bisa menambah asupan lemak jenuh secara signifikan.
Pilihan memasak yang lebih sehat meliputi:
1. Merebus telur (rebus biasa atau poached).
2. Orak-arik di wajan anti lengket dengan sedikit minyak sehat, tanpa mentega.
3. Menambahkan sayuran seperti bayam, tomat, atau paprika untuk meningkatkan nilai gizi. (Ai)















