Batam,Porosjambimedia.com– Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, meresmikan Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) yang berlokasi di kawasan Hotel Asialink Batam, Kepulauan Riau. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan investasi serta perluasan pemasaran produk unggulan daerah ke pasar global.
PPID merupakan hasil kerja sama antara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan International Business Association (IBA) sebagai upaya strategis memperkuat promosi potensi ekonomi daerah.
Menurut Tito, pembentukan PPID menjadi langkah penting dalam memperkenalkan keunggulan Indonesia kepada dunia internasional. Ia menilai banyak produk kerajinan tangan dan komoditas lokal yang memiliki kualitas tinggi, namun belum mendapatkan eksposur yang maksimal.
“Ini merupakan langkah strategis untuk memperluas promosi Indonesia, khususnya produk daerah yang sebenarnya memiliki daya saing tinggi,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).
Tito mendorong APKASI dan IBA untuk memperluas jangkauan promosi hingga ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa produk kerajinan Indonesia tidak kalah dengan produk asing, bahkan memiliki keunikan tersendiri yang sulit ditiru.
Selain kerajinan tangan, Tito juga menyoroti potensi produk hortikultura yang dinilai sangat menjanjikan untuk dipasarkan ke Singapura. Kedekatan geografis Batam dengan Singapura menjadi keuntungan strategis dalam membuka akses pasar internasional.
“Posisi Batam sangat strategis. Kita bisa memanfaatkan kekuatan ekonomi dan keuangan kawasan ini untuk mempromosikan produk nasional sekaligus menarik investasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mendagri berharap PPID Batam dapat menjadi pintu masuk investasi dari berbagai negara ke daerah-daerah di Indonesia. Ia juga mengajak para kepala daerah untuk aktif menampilkan produk unggulan serta peluang investasi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Dengan menonjolkan keunikan dan potensi lokal, Tito optimistis para investor akan tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Pemerintah pusat, lanjutnya, mendukung penuh kolaborasi APKASI dan IBA serta berharap kerja sama tersebut terus diperkuat.
“Para kepala daerah perlu menampilkan produk dan potensi investasi yang benar-benar menarik, unik, dan bernilai jual tinggi. Lokasi ini sangat tepat karena dekat dengan Singapura, pusat ekonomi dan keuangan yang berpengaruh,” pungkas Tito. (Khy)















