Jakarta, Porosjambimedia.com– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat kini telah kembali terhubung. Setelah 52 hari sejak bencana melanda, tidak ada lagi daerah yang terisolasi dan seluruh distribusi bantuan dapat dilakukan melalui jalur darat.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa meskipun sejumlah infrastruktur masih mengalami kerusakan, akses transportasi utama sudah dapat dilalui secara fungsional. Dengan kondisi tersebut, pengiriman logistik tidak lagi bergantung pada jalur udara.
“Masih ada jembatan yang rusaknya cukup berat, seperti di ruas Sibolga. Namun akses alternatif melalui jalan provinsi sudah bisa digunakan. Untuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, saat ini tidak ada lagi wilayah yang benar-benar terisolasi,” ujar Dody saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026).
Ia mengungkapkan, bencana banjir dan longsor sempat berdampak pada 99 ruas jalan nasional serta 33 jembatan nasional. Seluruh infrastruktur tersebut kini telah difungsikan kembali meski sebagian masih dalam tahap pemulihan penuh.
Sementara itu, kerusakan infrastruktur di tingkat daerah tercatat mencapai 2.710 unit, yang terdiri dari 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan. Hingga saat ini, sekitar 72 persen jalan daerah sudah dapat digunakan, sedangkan jembatan daerah yang berfungsi masih sekitar 12 persen.
“Kondisi jembatan memang paling berat karena banyak yang ambles. Dibutuhkan jembatan darurat seperti bailey dan Aramco. Kami bekerja bersama TNI, Polri, dan masyarakat agar pemulihan jembatan bisa diselesaikan secepat mungkin,” jelasnya.
Selain jalan dan jembatan, bencana juga berdampak pada 121 sungai nasional dan 51 sungai daerah. Kementerian PU saat ini memprioritaskan normalisasi sungai serta pembersihan muara yang tertutup material kayu dan sedimen.
“Muara sungai sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas nelayan. Banyak muara yang tertutup endapan, namun pembersihannya membutuhkan peralatan berat dan proses yang tidak sederhana,” kata Dody.
Di sektor air bersih, tercatat 179 unit PDAM atau SPAM terdampak di tiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 89 unit sudah kembali beroperasi secara fungsional, meski belum sepenuhnya normal akibat kerusakan pada sistem intake air. (Khy)















