Jakarta, Porosjambimedia.com – Sebuah struk belanja lawas dari tahun 1997 mendadak viral di media sosial dan menjadi sorotan warganet. Pasalnya, daftar harga pada struk tersebut menunjukkan betapa murahnya kebutuhan sehari-hari dibandingkan kondisi saat ini, sekaligus menjadi gambaran nyata dampak inflasi selama hampir tiga dekade.
Kenaikan harga bahan makanan memang kerap terasa samar jika dilihat dari waktu ke waktu. Namun, ketika dibandingkan dengan catatan harga puluhan tahun lalu, lonjakannya terlihat sangat signifikan. Hal inilah yang disadari seorang netizen bernama Zoe Dippel, setelah menemukan struk belanja lama milik mendiang ibu mertuanya.
Dilansir dari People pada 8 Januari 2026, struk tersebut berasal dari supermarket H-E-B dan bertanggal 20 Juni 1997. Zoe menemukannya secara tak sengaja saat membuka album foto keluarga yang penuh kenangan.
Bukan desain struknya yang menarik perhatian, melainkan angka harga yang tercetak di dalamnya. Salah satu contoh paling mencolok adalah harga brownies yang kala itu hanya 1,09 dolar AS, atau sekitar Rp 16.800 jika dikonversikan dengan nilai tukar saat ini. Produk serupa kini dibanderol 5,75 dolar AS, mendekati Rp 97 ribu.
Perbedaan serupa juga terlihat pada harga minuman. Secangkir kopi pada 1997 tercatat seharga 2,47 dolar AS atau sekitar Rp 41.500. Saat ini, merek dan lokasi yang sama menjual kopi tersebut dengan harga mencapai 9,43 dolar AS, setara Rp 158 ribuan.
Dalam struk tersebut tercatat 122 item belanja dengan total pembayaran hanya 155 dolar AS, atau sekitar Rp 2,6 juta. Rasa penasaran mendorong Zoe untuk melakukan eksperimen dengan membeli kembali produk yang sama di supermarket yang sama.
Hasilnya cukup mengejutkan. Total belanja untuk item dan jumlah yang identik kini melonjak menjadi sekitar 500 dolar AS, atau hampir Rp 8,4 juta. Artinya, biaya belanja meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan 28 tahun lalu.
Kisah ini pun memicu diskusi luas di kalangan netizen tentang inflasi dan perubahan daya beli masyarakat. Banyak yang mengaku baru menyadari besarnya lonjakan harga setelah melihat perbandingan langsung tersebut.
“Aku benar-benar tidak menyadarinya, sampai akhirnya melihat sendiri perubahan yang terjadi selama hampir 30 tahun,” ujar Zoe. (Ai)















