Teheran, Porosjambimedia.com– Gelombang demonstrasi yang melanda Iran akibat lonjakan biaya hidup terus berujung ricuh dan menelan korban jiwa. Hingga hari kelima aksi protes, sedikitnya enam orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara massa dan aparat keamanan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Fars serta kelompok pemantau hak asasi manusia Hengaw, korban meninggal terjadi di beberapa kota. Dua orang dilaporkan tewas di Lordegan, tiga orang di Azna, dan satu orang lainnya di Kouhdasht. Namun, belum ada kepastian apakah seluruh korban berasal dari kalangan demonstran atau aparat keamanan.
Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi kerusuhan, termasuk kendaraan yang dibakar saat bentrokan pecah antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan.
Dalam aksi tersebut, sebagian demonstran menyuarakan tuntutan perubahan kepemimpinan nasional, bahkan menyerukan kembalinya sistem monarki.
Protes yang dipicu anjloknya nilai mata uang Iran ini menyebar ke berbagai daerah. Video yang telah diverifikasi BBC Persia menunjukkan aksi demonstrasi berlangsung di Teheran, Lordegan di wilayah Iran tengah, serta Marvdasht di Provinsi Fars pada Kamis (1/1).
Kelompok Hengaw menyebut dua korban tewas di Lordegan merupakan demonstran. Namun, klaim tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan seorang anggota pasukan keamanan yang terkait dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) tewas dalam bentrokan di Kouhdasht. Pernyataan ini juga masih diperdebatkan oleh para demonstran.
Sementara itu, sedikitnya 13 anggota kepolisian dan pasukan Basij dilaporkan mengalami luka akibat lemparan batu. Pemerintah Iran mengambil langkah penutupan sekolah, universitas, serta lembaga publik, serta menetapkan hari libur bank nasional sebagai upaya meredam eskalasi kerusuhan.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara dengan melontarkan peringatan keras terhadap pemerintah Iran, menambah tekanan internasional atas kondisi yang tengah berlangsung di negara tersebut.















