COP30 dan Kepentingan Tersembunyi indonesia di Balik Diplomasi Iklim

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Iqbal Adi Guna (Direktur UKM Go Green UNJA)

Porosjambimedia.com – COP30 (Conference of the Parties ke-30) adalah konferensi iklim tahunan di bawah UNFCCC yang pada 2025 digelar di  Brazil jantung Amazon. Forum ini diklaim menjadi ruang evaluasi komitmen negara-negara terhadap Paris Agreement, termasuk pendanaan iklim dan mekanisme pasar karbon global. Brazil bahkan memposisikannya sebagai panggung untuk menegaskan peran hutan tropis dunia dalam menjaga stabilitas iklim.

Namun, forum COP30 di Brazil seolah jadi ajang seremonial semata. Isu penyelamatan iklim hanya jadi panggung diplomasi dan jualan proyek hijau. Di balik slogan besar tentang hutan tropis dan ekonomi hijau, justru terselip transaksi kepentingan antara negara, korporasi, dan elit global.

Indonesia pun ikut dalam arus itu. Pemerintah datang ke COP30 dengan target transaksi karbon senilai Rp 16 triliun sekitar 90 juta ton CO₂ ekuivalen yang dijual lewat sektor hutan, laut, energi, dan industri (data: Antara News, 2025). Tapi pertanyaannya, apakah kita benar membawa agenda penyelamatan iklim? Atau justru sedang menjual hutan dan udara bersih kita ke pasar global?

Baca Juga :  Ketua PERMAHI Jambi soroti Peserta Seleksi Calon Sekda Tebo di Ambang Usia: “Bupati di Ambang Pelanggaran

Regulasi baru seperti Perpres No. 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon dipromosikan sebagai langkah maju, tapi tanpa transparansi dan partisipasi publik. Lembaga lingkungan seperti WALHI menilai dokumen dan mekanisme yang dibawa Indonesia ke COP30 tidak terbuka, bahkan terkesan menyembunyikan skema-skema ekstraktif di balik label “konservasi” dan “pasar karbon”.

Realitanya, hutan kita masih terus ditebang. Meski pemerintah mengklaim deforestasi menurun sekitar 8,4% (2021–2022), laporan global justru menunjukkan laju kerusakan hutan di Indonesia kembali meningkat di tahun-tahun berikutnya (The Guardian, 2024).

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas SDM Perhubungan 2026 di Jakarta

Ini menegaskan satu hal kebijakan iklim kita masih kontradiktif satu tangan bicara penyelamatan bumi, tangan lain tetap menandatangani izin tambang dan pembukaan lahan.

Jadi wajar jika muncul kecurigaan bahwa partisipasi Indonesia di COP30 bukan soal kepentingan iklim rakyat, tapi transaksi politik dan ekonomi dengan cukong-cukong internasional.

Dokumen tertutup dan minimnya partisipasi publik hanya memperkuat dugaan bahwa ada kepentingan tersembunyi di balik meja perundingan.

Penulis : Iqbal Adi Guna (Direktur UKM Go Green UNJA)

Berita Terkait

Menerka Karakter Manusia Kerinci
PERMAHI Desak Pemerintah Cabut Izin Korporasi dan Blokir Sertifikat Pemilik Lahan yang Terbakar.
HIMSAK mendesak Kapolda dan Danrem untuk turun dari jabatannya karna tidak ada penyelesaian kabut asap di provinsi Jambi
‎Asap Kian Pekat di Kerinci dan Sungai Penuh, Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Daerah Terapkan PJJ
Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden
Menagih Komitmen Tata Kelola Lingkungan di Mendalo Darat
Selamat Jalan H. Bakri: Jambi Kehilangan Putra Terbaik, IKAMI Kehilangan Sosok Pengayom
LBH NADI Perkuat Sinergi dengan BNNP Jambi, Soroti Modus Baru “Pod Getar” dan Dorong Penguatan Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB