Militer Myanmar Ledakkan Markas Sindikat Online, Lebih dari 100 Bangunan Rata

- Redaksi

Senin, 10 November 2025 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Upaya militer Myanmar menekan jaringan kejahatan siber di perbatasan Thailand kembali memanas. Pasukan junta melakukan penghancuran besar-besaran terhadap ratusan bangunan yang selama ini diduga menjadi pusat aktivitas penipuan online, sebuah industri kriminal yang telah menelan banyak korban di kawasan Asia Tenggara.

Media resmi pemerintah, The Global New Light of Myanmar, melaporkan bahwa total 148 bangunan di sebuah kompleks yang dikenal sebagai sarang penipuan online ditemukan oleh aparat. Di antara fasilitas tersebut terdapat asrama besar, rumah sakit empat lantai, hingga bangunan karaoke dua lantai yang dipakai untuk mendukung operasional kelompok kriminal.

Menurut laporan tersebut, 101 bangunan telah dihancurkan, sementara sisanya masih dalam tahap pembongkaran. Kompleks itu diyakini menjadi salah satu pusat kejahatan siber terbesar di Myanmar, menampung ribuan pekerja yang mengoperasikan skema penipuan asmara dan investasi dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran dolar setiap tahunnya.

Sebagian dari para pekerja merupakan korban perdagangan manusia, dipaksa bekerja melalui ancaman dan iming-iming gaji besar. Namun, ada pula yang masuk secara sukarela demi fasilitas mewah dan pendapatan tinggi yang dijanjikan sindikat.

Baca Juga :  Ayo Meriahkan! Ragam perlombaan dalam Gerakan Perempuan Berdaya di Sungai Penuh

Operasi ini mengikuti penggerebekan skala besar pada Oktober lalu di kawasan KK Park, lokasi yang dikenal sebagai pusat jaringan penipuan paling brutal. Lebih dari 2.000 orang ditangkap, sementara sekitar 1.500 lainnya melarikan diri ke wilayah Thailand. Warga perbatasan bahkan melaporkan mendengar ledakan berulang selama operasi berlangsung.

Meski demikian, sejumlah analis menilai aksi junta tidak sepenuhnya mencerminkan komitmen penuh untuk memberantas jaringan tersebut.

Seorang pengamat regional menyatakan kepada AFP bahwa operasi ini cenderung bersifat simbolis, lebih untuk meredakan tekanan internasional ketimbang benar-benar membongkar seluruh jaringan penipuan.

Tekanan internasional memang terus meningkat. China, negara yang banyak menjadi korban penipuan lintas negara ini, semakin keras mendesak Myanmar untuk menindak tegas sindikat tersebut. Namun, langkah itu tidak mudah karena beberapa kelompok milisi yang diuntungkan dari bisnis ilegal ini merupakan sekutu penting junta dalam konflik internal sejak kudeta 2021.

Baca Juga :  Arab Saudi Larang Indonesia Buka Klinik Haji 2026, DPR Minta Pemerintah Siapkan SDM Kesehatan di Rumah Sakit Setempat

Pada Februari lalu, dorongan keras dari Beijing bahkan memaksa Myanmar memulangkan sekitar 7.000 pekerja penipuan. Thailand turut mengambil tindakan dengan memblokir akses internet lintas batas demi menekan operasi para pelaku.

Sebuah investigasi AFP sebelumnya juga mengungkap bahwa jaringan kriminal seperti KK Park terus bertahan dengan memanfaatkan layanan internet satelit Starlink untuk menghindari pemblokiran akses.

Menyikapi temuan tersebut, SpaceX memutus lebih dari 2.500 terminal satelit yang berada di area yang dicurigai menjadi markas penipuan di Myanmar. (Hst)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB