Pergi tanpa kabar Pemuda Langkat Ditemukan Tewas di Kamboja

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, Porosjambimedia.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Harapan memperbaiki nasib di negeri orang justru berakhir tragis bagi Argo Prasetyo (25). Pemuda itu ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di perbatasan Vietnam–Kamboja pada akhir September 2025.

Adiknya, Ega Prasetya (22), tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kisah sang kakak. Ia mengaku mendapat kabar kematian Argo dari pesan yang dikirim melalui aplikasi Telegram oleh seseorang yang menolong korban.

“Saya tidak percaya awalnya. Tapi setelah lihat video dan kartu identitas yang ditemukan, saya yakin itu abang saya,” ujar Ega saat membuat laporan ke BP3MI Sumatera Utara di Medan, Selasa (14/10).

Menurut Ega, jenazah Argo ditemukan di dekat tempat pembuangan sampah dengan tubuh penuh luka dan kondisi sangat kurus. “Wajahnya lebam, tubuhnya penuh luka. Mereka bilang Abang meninggal setelah dibawa ke rumah sakit di Phnom Penh,” ungkapnya.

Keluarga baru mengetahui Argo bekerja di Kamboja beberapa hari setelah ia menghilang dari rumah pada April 2024. Ia pergi diam-diam tanpa berpamitan kepada siapa pun. Dalam komunikasi singkat lewat telepon, Argo sempat mengaku bekerja di sebuah restoran. Namun, sejak pertengahan 2025, komunikasi terputus sama sekali.

Baca Juga :  10 Daerah di Jambi Terima Dana Transfer Umum 2026 Jumbo

“Dia jadi tertutup setelah ibu meninggal. Kami tinggal serumah, tapi jarang bicara. Waktu itu dia cuma bilang ingin cari kerja yang lebih baik,” kata Ega.

Belakangan terungkap, Argo ternyata bekerja di perusahaan bernama Junyi, yang diduga menjalankan operasi penipuan daring (online scam) dan kerap memperkerjakan warga asing secara ilegal. Dugaan kuat menyebut Argo menjadi korban eksploitasi tenaga kerja sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Saat jenazah ditemukan, ada kartu perusahaan itu di dekat tubuhnya. Dari situ kami tahu dia kerja di perusahaan scam,” tambah Ega.

Sebelum berangkat ke luar negeri, Argo pernah bekerja di salah satu gerai ritel di Langkat. Tekanan kerja dan tanggungan ekonomi diduga membuatnya nekat mencari peluang di luar negeri tanpa jalur resmi.

Kini, keluarga hanya berharap jenazah Argo dapat segera dipulangkan ke Indonesia. Namun, proses tersebut terkendala biaya dan administrasi lintas negara. Biaya pemulangan diperkirakan mencapai Rp136 juta.

Baca Juga :  Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan untuk Ribuan Korban Banjir di Pekalongan

“Kami sudah minta bantuan KBRI Phnom Penh dan Pemkab Langkat. Harapan kami cuma satu: Argo bisa pulang dan dimakamkan di kampung halaman,” ucap Ega lirih.

Sementara itu, Staf Perlindungan BP3MI Sumut, Mianhot Pandiangan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. “Kami sudah koordinasi dengan KBRI. Kasus ini masih diselidiki oleh pihak berwenang di Kamboja. Kita berharap ada solusi agar jenazah segera bisa dipulangkan,” katanya.

Tragedi Argo menjadi potret kelam nasib pekerja migran yang berangkat tanpa jalur resmi. Di balik impian memperbaiki hidup, banyak dari mereka justru terjebak dalam jeratan sindikat kejahatan lintas negara. (Hst)

Sumber Berita : CNN INDONESIA

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB