Jawab persoalan ekonomi di Desa Menkop bentuk 80.000 koperasi Merah Putih

- Redaksi

Senin, 26 Mei 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POROS, JAKARTA  – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi membeberkan sejumlah keuntungan dari program pembentukan 80.000 koperasi desa Merah Putih. Program ini, menurutnya, bukan hanya menjawab berbagai persoalan ekonomi di desa, tetapi juga membawa solusi konkret untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional hingga menekan pinjaman online (pinjol) ilegal.

“Pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih merupakan program visioner dari Presiden Prabowo dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan. Yang paling penting, ini adalah jawaban atas berbagai permasalahan ekonomi yang ada di desa serta memperkuat ekonomi desa,” kata Budi saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/5/2025).

Menurut Budi, koperasi ini akan mengkonsolidasikan seluruh aktivitas ekonomi desa mulai dari hulu hingga hilir.

“Dari desa sebagai sumber bahan baku atau bahan pokok, dan distribusinya dikonsolidasikan melalui koperasi ini. Ini akan menjadi usaha yang berkelanjutan dan menghidupkan perekonomian desa,” sambungnya.

Ia pun menyoroti ketimpangan ekonomi yang terjadi, dimana perekonomian desa kini hanya menyumbang 14% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Baca Juga :  Ketika Pers di teror dengan kepala Babi

“Terlalu timpang dan tidak seimbang dengan potensi yang dimilikinya,” sebut dia.

Untuk itulah, lanjutnya, koperasi desa hadir sebagai solusi atas berbagai kebutuhan dan persoalan mendasar masyarakat desa. Salah satu masalah besar yang diidentifikasi adalah harga jual hasil pertanian dan perikanan yang rendah karena rantai distribusi yang terlalu panjang.

“Produsen seperti petani, nelayan, UMKM, hanya menerima harga jual minim karena banyaknya tengkulak. Rantai distribusi yang panjang ini harus kita potong agar mereka bisa dapat harga lebih baik,” jelasnya.

Tak hanya itu, masalah pengangguran di desa juga menjadi perhatian. “Anak muda di desa kesulitan mencari kerja, sehingga banyak yang merantau ke kota bahkan jadi pekerja migran. Kalau satu koperasi butuh 20 sampai 25 pegawai, maka akan terbuka 1,6 sampai 2 juta lapangan pekerjaan baru di desa,” kata Budi.

Stabilisasi Harga Sembako

Menyoal harga bahan pokok yang kerap tidak stabil, menurutnya, koperasi desa juga mampu membantu menstabilkan dengan mengandalkan sistem distribusi lokal.

Baca Juga :  Program Nuklir Iran tetap berlanjut! Siap Perang hadapi Israel

“Kita bisa perkuat sistem distribusi lokal yang efisien dan tidak bergantung pada pemasok luar desa,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut rencana penyediaan fasilitas kesehatan di desa melalui koperasi. “Banyak desa yang belum punya akses kesehatan yang layak dan terjangkau. Untuk itu akan dihadirkan klinik dan apotek desa dengan harga obat yang terjangkau,” ucap dia.

Adapun yang paling penting, kata Budi, koperasi desa akan menjadi tameng warga dari jerat rentenir dan pinjaman online ilegal.

“Banyak masyarakat yang terjebak rentenir dan pinjol ilegal, entah untuk kebutuhan pokok atau modal usaha. Koperasi akan memberikan pinjaman melalui mekanisme simpan pinjam yang lebih mudah dan bunga yang lebih terjangkau bagi warga desa,” pungkasnya.

Sumber Berita : CNBC

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB