POROS, KERINCI – Bertempat di Kantor Kepala Desa Muara Semerah Mudik, Pemerintah Desa Muara Semerah Mudik Gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) Tahun 2026 dan Penetapan Data KPM BLT Dana Desa Tahun 2025 serta Revisi Rencana pembangunan jangka menengah Desa (RPJMDES) Desa Muara semerah mudik, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten kerinci.
Sebelum dilaksanakan Musyawarah, terlebih dahulu dilakukan Doa bersama atas dihuninya Kantor kepala Desa yang baru saja diresmikan.
Dalam sambutannya ketua BPD Muara semerah mudik H. Amirzan menyampaikan segala hal yang akan dirumuskan terkait Musrenbangdes sepenuhnya diserahkan kepada peserta rapat.
“Kita kembalikan kepada peserta rapat untuk menyampaikan segala macam aspirasi guna membangun Desa Muara semerah mudik”.
Sebelumnya Kepala Desa Muara semerah mudik Vasihan Yama Putra menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta Musrenbangdes yang dihadiri oleh BPD, Lembaga Adat, Alim ulama, Cendikiawan, dan Tokoh Pemuda. Musrenbangdes juga dihadiri oleh Babinsa Kecamatan Air Hangat dan juga pendamping Desa.
Dalam arahannya kepala Desa Muara semerah Mudik, Vasihan Yama Putra mengatakan Seluruh bentuk kegiatan sudah dimasukkan, tinggal lagi pelaksanaan.
Adapun terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT), Ketetapan dari pemerintah Pusat pada TH 2025 terdapat pengurangan, dari 25% menjadi 15 %.
Pada kesempatan itu Kepala Desa Muara semerah mudik Vasihan Yama Putra juga menyampaikan permohonan maaf dari Pemerintah Provinsi Jambi atas tertundanya honor beberapa lembaga karena Dana BKBK yang saat ini Tunda salur.
“Pertanyaan beberapa lembaga tidak menerima honor karena 100 M lebih Dana BKBK belum di transfer Oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah provinsi Jambi. Namun Pada tahun ini akan disalurkan, paling lambat menjelang lebaran” Terang Kades.
Selain itu Kepala Desa Muara Semerah Mudik juga menyampaikan pada tahun ini Untuk fisik mulai diarahkan, diantaranya pengaspalan jalan yang dimulai dari Dusun Telago.
“Selain itu usulan dari Lembaga Adat untuk pengajian adat Nanti akan disesuaikan dengan anggaran yang ada.
Sementara untuk Posyandu, stunting dan makanan tambahan tetap dilaksanakan. Termasuk Pembagian buku pada anak-anak sekolah.
Adapun untuk ketahanan pangan pada Th 2025 pemerintah Desa masih melanjutkan program lama dengan memberikan Sembako dan melanjutkan pembangunan volume irigasi.
Pendamping Desa, M. Donel dalam arahannya menyampaikan Persoalan BLT direndahkan karena presiden fokus pada ketahanan pangan.
“Untuk itu kami Berharap agar dalam pelaksanaan Musrenbangdes untuk melihat secara lebih jelas masyarakat yang berhak menerima BLT. Terutama
Prioritas keluarga miskin, data oleh pemerintah (keluarga miskin Ekstrem)”
Penulis : Red















