Matahari Berubah Merah di Palangka Raya, Kabut Asap Karhutla Jadi Sorotan

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA, Porosjambimedia.com – Langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tampak berbeda pada Kamis (20/8/2026) sore. Matahari terlihat berwarna merah pekat di balik lapisan udara yang diselimuti kabut asap, menciptakan pemandangan tidak biasa sekaligus menjadi perhatian masyarakat.

Bentuk matahari yang tampak seperti bola merah besar di dekat cakrawala terlihat semakin kontras dengan kondisi langit yang kelabu. Sejumlah warga pun mengabadikan fenomena tersebut melalui kamera dan membagikannya di media sosial.

Perubahan warna matahari itu bukan berarti matahari mengalami perubahan secara fisik. Kondisi atmosfer menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tampilan cahaya matahari ketika mencapai permukaan bumi.

Partikel Asap Pengaruhi Cahaya Matahari

Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, menjelaskan bahwa keberadaan partikel asap di atmosfer dapat memengaruhi cahaya matahari yang sampai ke permukaan.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kabut asap akibat aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Ketika posisi matahari mulai rendah menjelang sore, cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih panjang. Jika lapisan tersebut mengandung banyak partikel, proses hamburan cahaya dapat membuat warna matahari yang terlihat dari permukaan menjadi lebih kemerahan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Lantik Enam Pejabat Baru Kabinet Merah putih 

Kondisi seperti ini semakin terlihat ketika atmosfer dipenuhi partikel asap atau aerosol. BMKG sendiri menyediakan pemantauan sebaran asap melalui citra satelit yang menganalisis kondisi asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Pemandangan Unik di Tengah Persoalan Karhutla

Bagi masyarakat, kemunculan matahari merah memang menghadirkan pemandangan yang menarik. Namun, fenomena tersebut juga menjadi pengingat mengenai kondisi atmosfer ketika kabut asap berada di sekitar wilayah perkotaan.

Pada Kamis (20/8/2026), kabut asap memang dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan Palangka Raya. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada jarak pandang di beberapa ruas jalan.

Aktivitas karhutla di Kalimantan Tengah juga menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah pada 20 Agustus 2026 menyatakan terus memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan melalui pemadaman darat maupun dukungan udara.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lahan dan ekosistem. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu kualitas udara, jarak pandang, serta aktivitas masyarakat.

Warga Diminta Tetap Waspada

Di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap, masyarakat diimbau tidak hanya melihat fenomena matahari merah sebagai pemandangan unik. Kondisi udara di sekitar tempat tinggal tetap perlu diperhatikan, terutama ketika kabut asap semakin pekat.

Baca Juga :  Jemaah Lansia Asal Banten Sempat Minta Pulang Jelang Terbang Haji,

Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk serta menggunakan masker yang sesuai dapat menjadi langkah perlindungan yang dilakukan masyarakat. Pemantauan informasi kualitas udara dan perkembangan karhutla dari sumber resmi juga penting agar warga dapat menyesuaikan aktivitas.

BMKG secara rutin menyediakan informasi terkait cuaca, kualitas udara, sebaran asap dan potensi karhutla sebagai bagian dari layanan informasi meteorologi dan klimatologi.

Fenomena matahari merah di Palangka Raya akhirnya menjadi gambaran visual mengenai bagaimana kondisi atmosfer dapat memengaruhi cahaya yang terlihat dari bumi. Di balik keindahannya, peristiwa tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dan karhutla. (Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB