JAMBI, Porosjambimedia.com– Ekspor kopi robusta origin Kerinci–Sungai Penuh kembali menunjukkan geliat positif di pasar internasionalp Pengiriman kopi menuju Mesir secara resmi dilepas melalui Pelabuhan Talang Duku, Jambi, sebagai langkah nyata memperkuat eksistensi kopi asal Kerinci di pasar dunia sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha muda berbasis ekspor di Provinsi Jambi,26/05/2026.
Kegiatan pelepasan ekspor tersebut dihadiri Ketua Umum BPD HIPMI Jambi Fadhillah Hasrul beserta jajaran pengurus, perwakilan Bea Cukai Provinsi Jambi Benny selaku Kepala Bidang PLI, perwakilan Komtap Ekspor Impor Kadin Jambi Denny, serta Ketua Bidang I OKK HIPMI Sungai Penuh Fredriko Setiawan yang mewakili Ketua Umum BPC HIPMI Sungai Penuh Sri Wahyuni.
Ketua Umum BPD HIPMI Jambi, Fadhillah Hasrul, mengatakan keberhasilan ekspor kopi origin Kerinci ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih percaya diri dalam membangun usaha dan berani bersaing di pasar global.
Menurutnya, berbagai produk unggulan daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional apabila dikelola secara serius, konsisten, dan didukung semangat inovasi dari generasi muda.
“Generasi muda Jambi harus yakin bahwa potensi daerah mampu menembus pasar dunia. Jangan hanya menjadi penonton di daerah sendiri. HIPMI hadir sebagai wadah untuk belajar, berkolaborasi, dan berkembang bagi para pengusaha muda agar mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus membawa nama daerah hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menilai sektor ekspor masih memiliki peluang yang sangat besar, terutama apabila anak muda mampu membaca potensi lokal dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar global yang terus berkembang.
Ekspor kopi tersebut dilakukan oleh PT Cofftaqi Sumatra Indonesia yang berlokasi di Desa Baru Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci. Perusahaan ini terus memperluas pasar kopi Kerinci ke mancanegara, dengan Mesir menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor.
CEO PT Cofftaqi Sumatra Indonesia, Robi H., menjelaskan bahwa kopi merupakan komoditas strategis yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir buyer asal Mesir secara konsisten memilih kopi origin Kerinci karena memiliki karakter rasa yang khas dan kualitas yang dinilai unggul dibanding sejumlah daerah lain.
“Permintaan pasar Mesir terhadap kopi Kerinci terus mengalami peningkatan. Awalnya hanya satu kontainer per bulan sejak kontrak pertama pada 2021, kemudian meningkat menjadi dua kontainer per bulan, hingga kini mencapai tujuh kontainer atau sekitar 140 ton kopi robusta dalam satu periode pasca panen,” jelas Robi.
Ia berharap jumlah ekspor kopi Kerinci dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang seiring semakin besarnya permintaan pasar internasional terhadap kopi asal Jambi tersebut.
Selain kopi, Robi juga menilai masih banyak komoditas unggulan Jambi yang memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor, seperti cangkang sawit dan batok kelapa yang menjadi bahan baku pembuatan briket.
Menurutnya, bahan baku tersebut sangat melimpah di Jambi dan memiliki permintaan tinggi dari negara-negara Eropa. Namun selama ini sebagian besar bahan baku masih dikirim keluar daerah untuk diolah sebelum diekspor.
“Ke depan kita berharap proses pengolahan bahan baku itu juga bisa dilakukan di Jambi sehingga nilai tambah ekonominya tetap berada di daerah dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” katanya.
Robi menegaskan bahwa generasi muda tidak harus terpaku hanya pada sektor kopi semata. Menurutnya, masih banyak komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat diminati pasar global apabila dikelola dengan serius dan inovatif.
“Anak-anak muda tidak harus fokus pada kopi saja. Banyak komoditas lain yang diminati pasar global dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Kita harus lebih peka membaca peluang usaha sesuai potensi daerah masing-masing. Jangan hanya menunggu bantuan atau bergantung sepenuhnya kepada pemerintah. Mulailah dari langkah kecil, bangun kemandirian, dan terus belajar mengembangkan usaha. Dengan keberanian untuk memulai, peluang besar akan terbuka di masa depan,” tambah Robi.
Ia juga menilai semangat kemandirian anak muda dalam membangun usaha akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah dan pemerintah, karena mampu melahirkan generasi produktif yang tidak hanya menciptakan peluang usaha bagi diri sendiri, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Sungai Penuh Sri Wahyuni melalui perwakilannya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ekspor tersebut. Ia berharap capaian ini mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
“Semoga kopi Sungai Penuh–Kerinci semakin dikenal di pasar dunia dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi kebanggaan daerah di tingkat internasional,” tutupnya.















