Kerinci, Porosjambimedia.com – Di saat sejumlah daerah di Pulau Sumatera mengalami gangguan kelistrikan besar atau blackout, pasokan listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dipastikan tetap aman dan stabil tanpa mengalami pemadaman.
Kondisi tersebut terjadi karena sistem jaringan listrik di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh memiliki jalur transmisi tersendiri yang tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan utama yang mengalami gangguan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, suplai listrik untuk wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh menggunakan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang terhubung dari Bangko menuju Gardu Induk Koto Lolo hingga Sungai Liuk, Kota Sungai Penuh.
Dengan sistem transmisi yang terpisah tersebut, aliran listrik di dua wilayah itu tetap berjalan normal meskipun sejumlah daerah lain di Sumatera mengalami pemadaman massal.
Selain ditopang jaringan transmisi khusus, pasokan listrik di Kerinci dan Sungai Penuh juga berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) yang berada di wilayah Batang Merangin.
Keberadaan sistem kelistrikan mandiri tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan pasokan listrik di wilayah paling barat Provinsi Jambi itu, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di tengah blackout yang terjadi di sejumlah daerah lain.
Manager PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Kerinci dan Kota Sungai Penuh tidak terdampak blackout pada transmisi 275 kilo volt jalur Bungo–Sungai Rumbai.
Menurutnya, suplai listrik untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh berasal langsung dari PLTA PT KMH di Batang Merangin yang tersambung ke transmisi Bangko hingga Sungai Liuk.
“Gangguan terjadi pada transmisi Muara Bungo–Sungai Rumbai sehingga tidak semua pembangkit di Sumatera dapat menyalurkan energi listriknya,” ujar Eko.
Meski demikian, ia menyebut kemungkinan pemadaman bergilir masih dapat terjadi apabila diperlukan untuk membantu pemulihan pasokan listrik di wilayah lain yang mengalami padam cukup lama.
“Untuk saat ini masih banyak wilayah lain yang padam. Kemungkinan terburuknya, Kerinci dan Sungai Penuh juga bisa mengalami pemadaman bergilir agar wilayah lain yang sudah lama padam dapat kembali menyala,” katanya.
Sementara itu, Manager PLTA PT KMH, Aslori, mengatakan bahwa seluruh turbin pembangkit milik perusahaan kini telah beroperasi penuh dan mulai menyuplai listrik ke PLN sejak 15 November 2025.
Ia menjelaskan, satu turbin PLTA mampu menghasilkan daya sebesar 87,4 megawatt. Dengan total empat turbin yang beroperasi, PLTA PT KMH mampu memproduksi listrik hingga sekitar 350 megawatt.
“PLTA menyuplai listrik sesuai kebutuhan PLN. Pada siang hari biasanya sekitar 100 MW, sedangkan saat beban puncak mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari, suplai dapat mencapai 350 MW,” jelas Aslori.
Menurutnya, energi listrik dari PLTA tersebut disalurkan ke jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk, sehingga wilayah Kerinci dan Sungai Penuh memiliki cadangan pasokan listrik yang sangat memadai.
“Untuk kebutuhan listrik Kerinci dan Sungai Penuh sangat berlebih. Bahkan untuk skala Provinsi Jambi juga masih surplus,” tutupnya.















