Dua Gajah Ditemukan Mati di Hutan Produksi Mukomuko, Polisi Lakukan Penyelidikan

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUKOMUKO, Porosjambimedia.com – Dua ekor Gajah Sumatera ditemukan mati di kawasan hutan produksi wilayah Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Temuan ini langsung memicu penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Kedua gajah tersebut terdiri dari satu induk dan satu anakan yang belum diketahui jenis kelaminnya. Bangkai satwa dilindungi itu ditemukan di area konsesi perusahaan kehutanan.

Kapolda Bengkulu, Irjen Mardiyono, mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk mengusut penyebab kematian kedua satwa tersebut.

“Kami sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian dan akan ditindaklanjuti dengan penyidikan jika ditemukan unsur pidana,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, apabila terbukti ada pelanggaran hukum, pihaknya akan menindak tegas secara profesional sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lebong Bengkulu, Terjadi Menjelang Tengah Malam

Sementara itu, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu juga telah turun tangan. Kepala Seksi Wilayah I BKSDA, Said Jauhari, membenarkan adanya temuan tersebut.

Menurutnya, laporan awal berasal dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman tim ke lokasi kejadian.

“Tim kami sudah menuju lokasi untuk melakukan nekropsi guna mengetahui penyebab kematian gajah,” jelasnya.

Lokasi ditemukannya bangkai gajah diketahui berada di kawasan Bentang Sebelat, yang merupakan habitat alami gajah liar. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai wilayah jelajah penting bagi satwa dilindungi tersebut.

Namun, kondisi habitat gajah di wilayah itu dilaporkan semakin terancam akibat aktivitas perambahan hutan, termasuk pembukaan lahan untuk perkebunan sawit ilegal. Hal ini diduga turut memengaruhi kelangsungan hidup satwa liar di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Atlet Petanque UNJA Bersinar di SEA Games 2025, Kampus Beri Apresiasi Khusus

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat Gajah Sumatera merupakan spesies yang dilindungi dan populasinya terus menurun akibat kerusakan habitat serta konflik dengan manusia. (Hst)

Berita Terkait

Gubernur Bengkulu Tegas Larang PHK PPPK, Dorong Daerah Cari Solusi Tanpa Pemangkasan Pegawai
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lebong Bengkulu, Terjadi Menjelang Tengah Malam
Ngeri! Separuh badan nyaris habis, diduga karena dimangsa harimau
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB