JAKARTA, Porosjambimedia.com – Microsoft dikabarkan tengah menyiapkan proyek besar bertajuk “Windows K2” sebagai upaya meningkatkan performa dan keandalan Windows 11 sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan laporan dari Windows Central, proyek ini merupakan inisiatif internal berskala besar yang lahir dari respons terhadap keluhan pengguna terkait pembaruan sistem yang kerap bermasalah serta penerapan fitur kecerdasan buatan (AI) yang dinilai terlalu agresif.
Tak hanya itu, tekanan dari sistem operasi pesaing seperti macOS dan Linux juga menjadi alasan Microsoft mempercepat perombakan besar ini.
Fokus ke Stabilitas, Kurangi Ambisi AI Melalui Windows K2, Microsoft mulai mengalihkan fokus dari ambisi menjadikan Windows sebagai “agentic OS” berbasis AI, menjadi sistem operasi yang lebih stabil dan ramah pengguna. Sejumlah perubahan mulai terlihat, seperti kembalinya fleksibilitas taskbar, fitur Xbox Mode, serta kebebasan pengguna dalam menunda pembaruan sistem.
Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini juga berencana memperketat standar kualitas setiap update sebelum dirilis ke publik, serta kembali memperkuat komunikasi dengan komunitas penguji Windows Insiders.
Perombakan File Explorer dan Start Menu Dari sisi antarmuka, Microsoft akan meningkatkan performa pencarian di File Explorer agar lebih cepat dan responsif, dengan menjadikan aplikasi pihak ketiga seperti File Pilot sebagai tolok ukur.
Selain itu, Start Menu akan diperbarui melalui teknologi WinUI 3 yang diklaim mampu meningkatkan performa hingga 60 persen. Pembaruan driver juga akan diatur agar hanya dilakukan saat restart, guna mengurangi gangguan saat penggunaan.
Bidik Gaming dan Laptop Murah Di sektor gaming, Microsoft berupaya mengejar performa SteamOS dalam dua tahun ke depan. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya popularitas platform berbasis Linux seperti Valve yang mendorong kompatibilitas game Windows di sistem alternatif.
Selain itu, Windows K2 juga difokuskan agar berjalan lebih ringan di perangkat dengan spesifikasi rendah, seperti laptop dengan RAM 8GB. Strategi ini dinilai sebagai upaya menghadang potensi ancaman dari produk murah Apple, termasuk rumor kehadiran MacBook versi terjangkau.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, Microsoft berharap Windows kembali menjadi pilihan utama pengguna, baik untuk produktivitas, hiburan, maupun gaming di tengah persaingan yang semakin ketat. (Hst)















