Pria di China Bertahan 40 Jam Tanpa Detak Jantung, Diselamatkan Teknologi

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com Sebuah kisah medis luar biasa datang dari China, di mana seorang pria berusia 40 tahun dilaporkan berhasil “hidup kembali” setelah mengalami henti jantung selama hampir 40 jam.

Kasus ini diungkap oleh dokter darurat, Lu Xiao, dari Second Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicine melalui media sosialnya.

Menurut laporan, pasien awalnya mengalami kondisi henti jantung yang menyebabkan jantungnya berhenti berdetak. Tim medis telah melakukan berbagai upaya, termasuk defibrilasi listrik, namun tidak berhasil mengembalikan detak jantung pasien.

Dalam kondisi kritis tersebut, tim dokter kemudian menggunakan teknologi Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) untuk mempertahankan fungsi tubuh pasien.

Baca Juga :  AS menyatakan akan membantu Israel menghadapi serangan Iran.

ECMO merupakan alat bantu medis yang berfungsi menggantikan kerja jantung dan paru-paru dengan cara mengalirkan darah keluar tubuh, menambahkan oksigen, lalu mengembalikannya kembali ke dalam tubuh. Teknologi ini memungkinkan organ vital tetap bekerja meskipun jantung tidak berdetak.

Berkat penggunaan ECMO, pasien mampu bertahan selama hampir dua hari tanpa detak jantung. Setelah melewati masa kritis tersebut, detak jantung pasien akhirnya kembali normal.

Pasien kemudian tetap menjalani perawatan intensif menggunakan ECMO selama kurang lebih 10 hari hingga kondisinya stabil. Dalam waktu sekitar 20 hari, ia dilaporkan hampir pulih sepenuhnya.

Baca Juga :  Indy Barends Bantah Isu Depresi pada Putranya Usai Video Curhat Jadi Sorotan

Yang mengejutkan, pasien dapat keluar dari rumah sakit dalam kondisi baik tanpa mengalami komplikasi serius seperti stroke atau gangguan organ lainnya.

Kasus ini menjadi salah satu contoh kemajuan dunia medis modern, sekaligus menunjukkan pentingnya teknologi penunjang hidup dalam menyelamatkan pasien dengan kondisi kritis ekstrem. (Hst)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB