Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Dunia, Bahlil Lahadalia Ungkap Faktor Kunci

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com – Indonesia mencatat prestasi membanggakan dengan menempati posisi kedua sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik di dunia. Capaian ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi dunia.

Peringkat tersebut merujuk pada laporan Eye on the Market yang dirilis oleh JPMorgan Asset Management. Laporan itu menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi global.

Dalam hasilnya, Indonesia berada di posisi kedua, tepat di bawah Afrika Selatan dan di atas Tiongkok yang menempati posisi ketiga.

Menurut Bahlil Lahadalia, capaian ini didukung oleh kuatnya produksi domestik minyak dan gas bumi (migas), serta cadangan batu bara yang masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Indonesia tetap mampu menjaga ketahanan energi. Ini patut disyukuri,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga :  Data Hilal Masih di Bawah Ufuk, Ramadhan 1447 H Berpeluang Mulai 19 Februari 2026

Dorong Produksi Migas dan Eksplorasi Baru 

Ketahanan energi nasional juga didukung oleh capaian lifting minyak pada 2025 yang mencapai target APBN sebesar 605 ribu barel per hari (bph). Pada 2026, target tersebut ditingkatkan menjadi 610 ribu bph.

Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi melalui pemanfaatan teknologi, reaktivasi sumur idle, serta eksplorasi wilayah baru, khususnya di Indonesia Timur.

Salah satu temuan terbaru berasal dari sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, yang menyimpan potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas serta 300 juta barel kondensat. Wilayah ini dioperasikan oleh ENI dan Sinopec.

Produksi dari temuan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2028–2029.

Kurangi Impor Energi melalui Program B50 

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga berupaya menekan impor bahan bakar minyak (BBM) melalui program biodiesel B50 yang ditargetkan berlaku nasional mulai 1 Juli 2026.

Baca Juga :  Wako Alfin Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Sungai Penuh

Dengan kebutuhan solar nasional sekitar 40 juta kiloliter per tahun, implementasi B40 hingga B50 diharapkan mampu mengurangi bahkan menghentikan impor solar.

“Mulai 2026, kita optimistis tidak lagi impor solar. Ini pertama kalinya sejak Indonesia berdiri,” tegas Bahlil Lahadalia.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan alternatif pengganti LPG seperti Dimetil Eter (DME) dan Compressed Natural Gas (CNG), yang saat ini tengah dikaji lebih lanjut.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian global. (Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB