JAKARTA, Porosjambimedia.com – Memasuki usia 30 tahun, banyak orang mulai mengabaikan aktivitas fisik, padahal fase ini menjadi titik penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Seorang dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr Sermed Mezher, mengingatkan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak serius, bahkan meningkatkan risiko kematian dini
Ia menyoroti pentingnya melakukan latihan kekuatan atau strength training secara rutin. Menurutnya, tanpa latihan ini, seseorang berisiko mengalami penurunan massa otot yang signifikan seiring bertambahnya usia.
Penurunan massa otot atau Sarkopenia diketahui mulai terjadi setelah usia 30 tahun, dengan rata-rata kehilangan sekitar 3 hingga 5 persen setiap dekade jika tidak diimbangi aktivitas fisik.
“Massa otot bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berperan penting dalam kesehatan dan umur panjang,” jelasnya.
Pernyataan ini juga diperkuat oleh pengalaman seorang paramedis yang selama bertahun-tahun menangani kasus kematian lansia dengan kondisi tubuh lemah akibat minimnya massa otot.
Secara ilmiah, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot memiliki kaitan erat dengan harapan hidup. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Physical Medicine and Rehabilitation (2018) menemukan bahwa kekuatan otot, baik di bagian atas maupun bawah tubuh, berkorelasi dengan risiko kematian yang lebih rendah.
Temuan serupa juga dipublikasikan dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle (2024), yang menunjukkan bahwa semakin kuat otot seseorang, semakin kecil risiko kematian, terutama pada usia lanjut.
Otot memiliki banyak fungsi penting, mulai dari membantu metabolisme tubuh, menyerap glukosa, hingga menjadi cadangan protein saat sakit. Selain itu, otot juga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh, mencegah jatuh, serta mengurangi risiko patah tulang.
Untuk mencegah penurunan massa otot, Dr Mezher menyarankan agar masyarakat mulai rutin melakukan latihan beban minimal tiga kali dalam seminggu. Latihan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan dumbbell, resistance band, atau berat badan sendiri melalui gerakan seperti squat, push-up, dan plank.
Rekomendasi serupa juga disampaikan oleh National Health Service (NHS), yang menyarankan orang dewasa—terutama usia lanjut—untuk tetap aktif setiap hari. Aktivitas fisik seperti latihan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas dianjurkan dilakukan minimal dua kali seminggu, dengan total aktivitas setidaknya 150 menit per minggu.
Selain itu, penting untuk mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama dan memperbanyak gerak agar tubuh tetap bugar dan seimbang.
Kesimpulannya, menjaga kesehatan di usia 30 tahun ke atas tidak cukup hanya dengan pola makan, tetapi juga harus dibarengi dengan latihan fisik yang tepat. Dengan menjaga massa otot, seseorang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memperpanjang usia secara lebih sehat. (Hst)















