Lima Keterampilan Manusia yang Tak Tergantikan di Era AI

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Porosjambimedia.com Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) menghadirkan tantangan baru bagi manusia, khususnya di dunia kerja. Dampaknya mulai terasa melalui gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), melambat ninya proses rekrutmen, hingga meningkatnya kesulitan bagi lulusan baru untuk mendapatkan pekerjaan.

Kondisi ini memicu kecemasan di tengah masyarakat. Banyak yang merasa peran manusia semakin terdesak, seiring kemampuan AI yang mampu menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan cepat dan efisien.

Namun, di balik kekhawatiran tersebut, CEO LinkedIn, Ryan Roslansky, bersama Chief Economic Opportunity Officer LinkedIn, Aneesh Raman, menegaskan bahwa manusia tetap memiliki keunggulan yang tidak bisa digantikan oleh AI.

Dikutip dari CNBC Internasional, keduanya menyebut ada lima keterampilan utama yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh generasi muda maupun pencari kerja. Keterampilan ini dikenal sebagai konsep “5C”.

1. Rasa Ingin Tahu (Curiosity)

Rasa ingin tahu menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan. AI memang mampu menghasilkan berbagai kemungkinan berdasarkan data, namun manusia yang menentukan arah dan makna dari informasi tersebut.

Keingintahuan mendorong seseorang untuk terus belajar, mengeksplorasi hal baru, dan memahami bagaimana teknologi akan memengaruhi masa depan pekerjaan. Sejarah juga membuktikan bahwa inovasi besar lahir dari rasa ingin tahu, seperti penemuan vaksin polio oleh Jonas Salk atau eksperimen penerbangan oleh Wilbur Wright dan Orville Wright.

Baca Juga :  Pilkada Kerinci- Antusiasme Pendukung Di Tengah Ketidakpastian, Siapakah Yang Akan Maju?

Di dunia kerja, rasa ingin tahu dapat mengubah rutinitas menjadi peluang penemuan baru.

2. Keberanian (Courage)

Meski AI mampu menghitung risiko, hanya manusia yang dapat menentukan langkah berani untuk mengambil keputusan.

Keberanian dibutuhkan untuk bertindak meski informasi belum lengkap dan hasil belum pasti. Sikap ini tercermin dari individu yang berani mengusulkan ide baru, mengambil inisiatif, atau menantang cara lama demi hasil yang lebih baik.

3. Kreativitas (Creativity)

AI dapat mengolah dan menggabungkan data yang sudah ada, tetapi manusia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.

Kreativitas memungkinkan seseorang menghadirkan solusi inovatif, melihat peluang dari sudut pandang berbeda, serta menciptakan pendekatan unik dalam menyelesaikan masalah.

Dalam praktiknya, kreativitas tidak hanya milik profesi tertentu, tetapi dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan.

4. Belas Kasih (Compassion)

AI mungkin mampu meniru empati, tetapi tidak bisa benar-benar merasakan emosi.

Welas asih menjadi elemen penting yang membedakan manusia dari mesin. Dalam dunia kerja, sikap ini mampu membangun hubungan yang lebih kuat, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dan memperkuat solidaritas tim.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! SUNGAI PENUH KEMBALI DILANDA BANJIR

Contohnya terlihat dari atasan yang memahami kondisi pribadi karyawan atau petugas layanan pelanggan yang sabar membantu pengguna hingga tuntas.

5. Komunikasi (Communication)

AI dapat membantu menerjemahkan bahasa, namun hanya manusia yang mampu menyampaikan makna secara utuh.

Komunikasi yang baik menentukan apakah sebuah ide dapat dipahami dan diterima. Dalam proses kreatif, interaksi manusia seperti diskusi langsung, pertukaran gagasan, dan refleksi mendalam menjadi faktor penting yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Aneesh Raman menegaskan bahwa memahami manusia adalah kunci dalam menghadapi perubahan besar ini.

“Untuk melakukan itu, Anda perlu mengenal manusia. Anda perlu menjadi manusia,” ujarnya.

Di tengah derasnya perkembangan AI, lima keterampilan tersebut menjadi fondasi penting agar manusia tetap relevan dan mampu bersaing di masa depan. (Sfw)

Berita Terkait

Mubes IV PMHKS Digelar, Irfan Hermawan Terpilih Nahkodai Kepengurusan Baru
Baru Diluncurkan, Freelander 8 Raup 5.000 Pesanan Hanya dalam 12 Jam
4 Ide Kreatif Memanfaatkan Botol Parfum Bekas agar Tak Berakhir Jadi Sampah
Presiden Club UNJA Resmi Terbentuk, Himpun Presiden Mahasiswa Lintas Generasi untuk Mengabdi bagi Almamater dan Bangsa
Sah! Reval Kurniawan Nahkodai MMA Jambi. Era Baru Dimulai :  MMA Jambi Siap Guncang Oktagon Nasional !
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Lomba Stand Up Comedy Polda Jambi Sukses Hibur Masyarakat
Dukung Pemasyarakatan yang Lebih Baik- Staf Menteri IMIPAS Resmikan Gerai Puskopasindo Kanwil Ditjenpas Jambi
Tingkatkan Profesionalisme, Polda Jambi Gelar Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas TA 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB