Heshen, Pejabat Terkaya dan Terkorup di Dinasti Qing yang Kekayaannya Lampaui Kas Negara

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Praktik korupsi di kalangan pejabat bukanlah fenomena baru dalam sejarah. Salah satu tokoh yang paling terkenal dalam catatan sejarah dunia adalah Heshen, pejabat tinggi pada masa Dinasti Qing di China, yang dikenal memiliki kekayaan luar biasa hasil penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam buku The Peking Gazette: A Reader in Nineteenth-Century Chinese History karya Lane J. Harris, Heshen disebut sebagai salah satu figur yang berkontribusi terhadap kemunduran pemerintahan Qing. Ia diduga menyalahgunakan jabatan dengan menempatkan orang-orang kepercayaannya dalam birokrasi, menguras keuangan negara, hingga melakukan tindakan represif terhadap rakyat.

Meski demikian, para sejarawan sepakat bahwa keruntuhan Dinasti Qing tidak dapat disebabkan oleh satu individu semata. Namun, nama Heshen tetap melekat sebagai simbol korupsi yang merajalela pada masa itu.

Karier Heshen sendiri dimulai dari posisi rendah sebagai pengawal istana pada tahun 1772. Nasibnya berubah drastis setelah bertugas di lingkungan dalam istana, tepatnya di Gerbang Qianqing, yang membuatnya menarik perhatian Kaisar Qianlong.

Baca Juga :  Gejala Sepele Berujung Stroke: Pengalaman Perempuan 32 Tahun di Jakarta Selatan

Dalam waktu singkat, kariernya melesat luar biasa. Hanya dalam kurun kurang dari satu tahun, Heshen berhasil menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari pengawal utama istana, Wakil Letnan Jenderal, hingga posisi strategis seperti penasihat agung dan Menteri Rumah Tangga Kekaisaran.

Selama lebih dari dua dekade, ia menguasai berbagai posisi kunci di pemerintahan. Pengaruhnya semakin kuat setelah menjalin hubungan keluarga dengan Kaisar Qianlong melalui pernikahan anaknya dengan putri kesayangan sang kaisar. Puncaknya, ia dianugerahi gelar bangsawan tinggi sebagai adipati pada tahun 1798.

Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah wafatnya Kaisar Qianlong pada Februari 1799, kekuasaan Heshen runtuh seketika. Ia dijatuhi hukuman mati secara simbolis dengan perintah bunuh diri menggunakan tali sutra—sebuah praktik yang umum bagi pejabat tinggi pada masa itu.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera Barat

Saat meninggal, Heshen dikenang sebagai lambang keserakahan dan buruknya tata kelola pemerintahan. Dalam buku Rising China and Its Postmodern Fate, Volume II karya Charles Horner, disebutkan bahwa total kekayaan Heshen mencapai sekitar 1.100 juta tael perak—jumlah yang diperkirakan setara dengan pendapatan kekaisaran selama 15 tahun.

Kisah Heshen menjadi pengingat kuat bahwa kekuasaan tanpa pengawasan dapat berujung pada penyimpangan besar yang berdampak luas bagi sebuah negara. (Sfw)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB