Waspada Campak! Kenali Tahapan Gejala dari Hari ke Hari dan Cara Pencegahannya

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Penyakit campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak. Penyakit ini tergolong sangat menular dan gejalanya tidak muncul secara langsung, melainkan berkembang secara bertahap mulai dari masa awal infeksi hingga munculnya ruam di seluruh tubuh.

Memahami tahapan gejala campak dari hari ke hari sangat penting agar penderita bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.

Data yang dihimpun hingga awal tahun 2026 menunjukkan kasus campak di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber kesehatan, hingga minggu ke-7 tahun 2026 tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi serta 4 kasus kematian.

Tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) tercatat sekitar 0,05 persen.

Beberapa provinsi yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terbanyak tahun ini antara lain Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Gejala Umum Campak

Secara umum, campak ditandai dengan demam tinggi yang diikuti munculnya ruam kemerahan pada kulit atau ruam makulopapular. Selain itu, penderita juga kerap mengalami beberapa gejala lain seperti:

  • Batuk kering
  • Pilek
  • Mata merah dan berair (konjungtivitis)
  • Gatal pada kulit
  • Diare

Tahapan Gejala Campak dari Hari ke Hari

1. Masa Inkubasi (Pra-Gejala)

Tahap awal campak adalah masa inkubasi, yakni periode ketika virus sudah masuk ke dalam tubuh dan mulai berkembang. Pada fase ini penderita biasanya belum merasakan gejala apa pun sehingga sering tidak disadari.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Hadiri Malam Festival Budaya Adat Datuk Singarapih Putih di Dusun Empeh

Masa inkubasi campak umumnya berlangsung 10 hingga 14 hari sejak seseorang terpapar virus.

2. Fase Prodromal atau Gejala Awal (Hari ke-1 hingga 4)

Setelah masa inkubasi berakhir, penderita mulai mengalami gejala awal yang sering menyerupai flu.

Gejala tersebut meliputi:

  • Demam tinggi
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Mata merah

Ciri khas campak pada fase ini adalah munculnya bintik Koplik, yaitu bercak putih kecil di bagian dalam pipi yang menjadi tanda awal penyakit campak.

3. Fase Erupsi atau Ruam (Hari ke-5 hingga 11)

Pada fase ini ruam mulai muncul dan menjadi tanda yang paling mudah dikenali. Ruam biasanya pertama kali terlihat di wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar secara bertahap ke leher, dada, lengan, hingga kaki.

Ruam berwarna merah kecokelatan dan sering disertai demam tinggi serta rasa gatal pada kulit. Fase ini biasanya berlangsung sekitar 5 hingga 7 hari.

4. Fase Konvalesen atau Pemulihan (Hari ke-12 hingga 21)

Memasuki tahap penyembuhan, ruam mulai memudar secara bertahap dari wajah ke bagian tubuh lainnya. Proses ini biasanya berlangsung selama 5 hingga 10 hari.

Bekas ruam terkadang meninggalkan warna kulit yang lebih gelap atau sedikit mengelupas, namun kondisi tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Pada fase ini gejala lain seperti demam, batuk, dan pilek juga mulai membaik.

Baca Juga :  PLN Sungai Penuh Jadwalkan Pemadaman Listrik di Kerinci, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Meski sering dianggap penyakit biasa, campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik, di antaranya:

  • Infeksi telinga
  • Pneumonia atau radang paru-paru
  • Radang pita suara
  • Radang otot jantung
  • Diare
  • Gangguan gizi
  • Infeksi kulit
  • Peradangan mata
  • Radang otak
  • Risiko keguguran pada ibu hamil

Cara Mencegah Campak

Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui imunisasi. Rendahnya cakupan vaksinasi di suatu daerah diketahui menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus campak.

Vaksin yang digunakan adalah vaksin MR (Morbili Rubella) yang diberikan dalam tiga

tahap, yaitu:

Usia 9 bulan (dosis pertama)

Usia 15–18 bulan (dosis kedua)

Usia 5–7 tahun (dosis ketiga)

Pemberian vaksin secara lengkap sangat penting untuk memberikan perlindungan maksimal sekaligus memutus rantai penularan.

Hingga saat ini belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus campak secara langsung. Penanganan yang diberikan biasanya bersifat suportif, seperti obat penurun demam, pemberian Vitamin A, serta pemenuhan nutrisi dan cairan yang cukup.

Antibiotik hanya akan diberikan oleh tenaga medis apabila terjadi infeksi bakteri sekunder yang menyertai penyakit tersebut. (Sfw)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB