Jakarta, Porosjambimedia.com –Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri puncak resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam di Majalengka, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengajak PUI untuk terus berkolaborasi menjaga persatuan serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Ia menyinggung sejarah panjang perjuangan bangsa dan kontribusi tokoh-tokoh PUI dalam merebut kemerdekaan. Menurutnya, semangat perjuangan itu perlu terus dirawat di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari perang dagang hingga konflik geopolitik di berbagai kawasan.
Kapolri juga menyoroti laporan Global Risk Report yang memuat sejumlah risiko global, termasuk pembatasan investasi dan dampak disinformasi akibat perkembangan kecerdasan buatan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seperti AI dapat menjadi ancaman apabila tidak diantisipasi, terutama karena semakin sulit membedakan informasi asli dan hoaks.
Selain tantangan global, Kapolri mengungkapkan adanya potensi polarisasi sosial dan politik di dalam negeri yang dipicu berbagai persoalan, seperti konflik agraria maupun gesekan antarwarga. Ia menegaskan perlunya respons cepat untuk memitigasi konflik demi menjaga stabilitas nasional.
Cuaca ekstrem yang memicu bencana di sejumlah daerah turut menjadi perhatian. Polri, kata dia, berkomitmen bekerja sama dengan berbagai instansi dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan, hingga pemulihan pascabencana.
Dari sisi ekonomi, Kapolri menyebut kondisi nasional relatif terjaga dengan sejumlah indikator positif seperti penurunan tingkat pengangguran terbuka dan peningkatan realisasi investasi. Namun, ia menekankan stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama agar pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai harapan.
Ia juga menyinggung visi Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, serta delapan program hasil terbaik cepat. Fokus prioritas tersebut mencakup penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, hak asasi manusia, serta kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Kapolri menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dikelola optimal demi kesejahteraan rakyat. Menurutnya, persatuan seluruh elemen bangsa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar Indonesia mampu berdiri mandiri dan menjadi pelaku utama pembangunan di masa depan. (Khy,l















