Perampokan Brutal 3.250 Brankas di Jerman, Polisi Masih Buru Pelaku

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Aksi perampokan besar mengguncang Kota Gelsenkirchen, Jerman, usai lebih dari 3.000 kotak penyimpanan di bank berhasil dibobol dalam operasi terencana yang berlangsung akhir Desember 2025.

Dilansir BBC, Senin (23/2/2026), DiPeristiwa itu terjadi di kantor cabang Sparkasse yang berlokasi di Nienhofstrasse. Kawanan pelaku diduga masuk melalui area parkir bertingkat di samping gedung sebelum akhirnya mengebor dinding menuju ruang brankas di lantai bawah tanah.

Lubang selebar sekitar 40 sentimeter dibuat untuk menembus ruang penyimpanan. Dalam rentang waktu antara 27 hingga 29 Desember, sekitar 3.250 kotak penyimpanan berhasil dibuka paksa.

Sistem komputer bank mencatat aktivitas pembobolan pertama terjadi pukul 10.45 pagi dan terakhir pukul 14.44 pada 27 Desember 2025. Namun penyelidik masih mendalami apakah seluruh pembobolan terjadi hanya dalam waktu empat jam atau ada gangguan pencatatan sistem.

Jumlah kerugian belum bisa dipastikan. Sejumlah media Jerman memperkirakan nilai barang dan uang tunai yang dibawa kabur bisa mencapai 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun.

Pada pagi 27 Desember, alarm kebakaran sempat berbunyi dan memicu kedatangan petugas pemadam serta keamanan. Namun tidak ditemukan asap maupun tanda kerusakan sehingga disimpulkan sebagai alarm palsu.

Baca Juga :  Libur Nataru Tak Hentikan Program MBG, BGN Pastikan Distribusi Makan Bergizi Tetap Berjalan

 

Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Rhine-Westphalia Utara, Herbert Reul, menjelaskan bahwa saat itu polisi tidak memiliki kewenangan hukum untuk menggeledah brankas tanpa perintah pengadilan.

 

Perampokan baru benar-benar terungkap pada 29 Desember dini hari ketika alarm kembali berbunyi. Saat petugas masuk, kondisi brankas sudah porak-poranda dengan lebih dari 500.000 barang berserakan di lantai.

Barang Rusak dan Disiram Bahan Kimia

Polisi menemukan banyak isi kotak penyimpanan dalam keadaan rusak. Beberapa barang diduga disiram air dan bahan kimia oleh pelaku.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan sejumlah pria bertopeng serta dua kendaraan yang menggunakan pelat nomor palsu, yakni Audi RS 6 hitam dan Mercedes Citan putih.

Hingga kini, aparat masih mengumpulkan bukti dan meminta kesaksian masyarakat. Kepala Kepolisian Gelsenkirchen, Tim Frommeyer, menyebut kasus ini sebagai salah satu kejahatan paling serius dalam sejarah negara bagian tersebut.

Nasabah Marah dan Gugat Bank

Baca Juga :  Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat

Sekitar 200 nasabah sempat berkumpul di luar bank menuntut penjelasan. Banyak dari mereka mengaku kehilangan tabungan hidup, emas, hingga perhiasan warisan keluarga.

Salah satu korban bahkan kehilangan emas senilai puluhan ribu euro. Bank menyatakan setiap kotak penyimpanan umumnya diasuransikan hingga 10.300 euro, namun beberapa korban menilai angka tersebut jauh dari nilai sebenarnya barang mereka.

Kasus ini juga memicu polemik politik setelah partai Alternatif untuk Jerman menggelar aksi di lokasi kejadian. Majalah Der Spiegel menyebut perampokan ini berkembang menjadi simbol krisis kepercayaan terhadap sistem keamanan dan institusi publik di Jerman.

Penyelidikan masih berlangsung, sementara publik menunggu jawaban atas sejumlah pertanyaan krusial: bagaimana sistem keamanan bisa ditembus tanpa terdeteksi, dan siapa dalang di balik aksi terencana tersebut. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB