Arab Saudi Terapkan Regulasi Ketat Umrah Ramadan 2026, Prioritaskan Keamanan dan Kenyamanan Jemaah

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambiemedia.com – Pemerintah Arab Saudi resmi memberlakukan aturan baru pelaksanaan umrah selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.Dilansir dari Gulf News, Minggu (22/2/2026), Kebijakan ini disusun untuk mengantisipasi lonjakan jemaah yang memadati Masjidil Haram, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan suci.

Setiap tahun, Ramadan menjadi periode paling ramai bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah umrah. Kepadatan biasanya terjadi menjelang waktu salat, setelah salat, serta pada malam-malam ganjil di penghujung Ramadan.

Pengaturan Arus dan Kendali Kerumunan

Otoritas setempat menyiapkan sistem pengendalian massa guna menjaga kelancaran arus jemaah di dalam dan sekitar area masjid. Petugas keamanan akan mengarahkan pergerakan jemaah melalui jalur pejalan kaki yang telah ditentukan. Jemaah juga diminta tidak berdesakan serta mengikuti seluruh instruksi di lapangan.M

Area pusat di sekitar Masjidil Haram diperkirakan mengalami kepadatan tinggi pada jam-jam tertentu. Karena itu, jemaah diimbau mengatur waktu kedatangan agar tidak menumpuk dalam satu periode.

Digitalisasi Akses Masjid

Sebagai bagian dari modernisasi layanan, akses masuk masjid kini dilengkapi indikator digital berbasis warna. Tanda hijau menunjukkan kapasitas masih tersedia, sedangkan tanda merah menandakan area telah penuh.

Baca Juga :  Silek Tradisi Minangkabau Resmi Jadi Ekstrakurikuler Wajib di Seluruh SMA dan SMK Sumbar

Selain itu, pemerintah mendorong penggunaan transportasi umum seperti bus, taksi resmi, dan Kereta Cepat Haramain untuk mengurangi kemacetan. Kendaraan pribadi akan dibatasi memasuki zona pusat pada waktu sibuk, sementara fasilitas parkir dan layanan antar-jemput disiapkan di wilayah penyangga kota.

Penguatan Keamanan dan Larangan Tertentu

Pengamanan di area pusat diperketat. Kendaraan tanpa izin, sepeda motor, dan sepeda dilarang melintas di jalur pejalan kaki. Jemaah juga tidak diperbolehkan berkumpul di pintu masuk, lorong, maupun akses darurat.

Setelah menunaikan salat, jemaah diminta segera meninggalkan area agar memberi kesempatan bagi jemaah lainnya. Pemerintah juga melarang membawa senjata, merokok di area terlarang, mengemis, berjualan tanpa izin, hingga menghalangi jalur umum.

 Fasilitas Ramah Lansia dan Disabilitas

Dalam pedoman terbaru ini, perhatian khusus diberikan kepada lansia dan penyandang disabilitas. Disediakan jalur prioritas, area salat khusus, serta layanan kereta listrik untuk membantu mobilitas, termasuk saat melaksanakan tawaf.

Keluarga yang membawa anak-anak diminta mempertimbangkan kondisi keramaian, terutama saat waktu-waktu puncak ibadah.

Baca Juga :  Basant Bangkit Kembali: Festival Layang-layang Pakistan Hidup Lagi Setelah 19 Tahun Vakum

Imbauan Kesehatan dan Keselamatan

Aspek kesehatan menjadi fokus penting. Jemaah dianjurkan menjaga hidrasi, menghindari paparan panas berlebih, dan segera memanfaatkan layanan medis apabila mengalami gangguan kesehatan.

Di area penginapan, jemaah diingatkan mengenali jalur evakuasi, tidak membebani stopkontak secara berlebihan, serta memastikan peralatan keselamatan kebakaran tersedia dan mudah diakses.

Wajib Izin Digital

Seluruh jemaah diwajibkan mengantongi izin resmi melalui sistem perizinan digital dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Kebijakan ini bertujuan membatasi kepadatan dan menjaga kenyamanan bersama.

Dengan regulasi ini, Arab Saudi  berharap pelaksanaan umrah Ramadan 2026 berjalan lebih tertib, aman, serta tetap khusyuk di tengah tingginya antusiasme umat Islam dari berbagai penjuru dunia. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB