Basant Bangkit Kembali: Festival Layang-layang Pakistan Hidup Lagi Setelah 19 Tahun Vakum

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com — Setelah hampir dua dekade dilarang, Festival Layang-layang Basant kembali menghiasi langit Pakistan timur. Melansir CNA, Selasa (10/2/2026), Kota Lahore, Provinsi Punjab,  acara tersebut menjadi pusat perayaan tradisi musim semi yang lama terhenti akibat kekhawatiran keselamatan publik.

Ribuan layang-layang berwarna cerah tampak memenuhi udara selama festival yang berlangsung selama tiga hari pada pekan lalu. Warga terlihat memadati atap rumah, taman kota, hingga ruas jalan untuk merayakan kembalinya Basant yang terakhir kali digelar pada 2007.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi sejak hari pertama. Seorang penerbang layang-layang bernama Shahzaib mengatakan permintaan layang-layang melonjak drastis hingga stok dan tali penerbang habis terjual di berbagai wilayah Punjab.

Festival Basant sempat dihentikan oleh Pemerintah Punjab setelah serangkaian kecelakaan fatal. Saat itu, penggunaan tali layang-layang berlapis bubuk kaca—dikenal sebagai manjha—serta aksi menembakkan senjata api ke udara memicu jatuhnya korban jiwa, terutama pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

Baca Juga :  Netanyahu Tetapkan Israel Siaga Maksimum, Antisipasi Potensi Konflik Militer dengan Iran

Tahun ini, pemerintah akhirnya membuka kembali izin penyelenggaraan festival dengan pengawasan ketat. Aparat keamanan dikerahkan di berbagai sudut kota, sementara rumah sakit disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan insiden selama perayaan.

Kembalinya Basant disambut hangat warga Lahore dan ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Pakistan. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga memberikan dorongan nyata bagi perekonomian lokal.

Pengrajin layang-layang bernama Tariq mengungkapkan bahwa selama larangan diberlakukan, banyak pelaku usaha kehilangan mata pencaharian. Namun, setelah festival kembali digelar, penjualan layang-layang meningkat tajam hingga puluhan ribu unit.

Sejumlah pegiat budaya dan organisasi hak asasi manusia sebelumnya menilai larangan total bukan solusi jangka panjang. Mereka menegaskan bahwa masalah utama terletak pada lemahnya pengawasan dan penegakan hukum, bukan pada tradisi Basant itu sendiri.

Baca Juga :  Presiden Iran Klaim AS dan Israel Dalangi Kerusuhan Lewat Aksi Teror

Meski kembali digelar, perayaan kali ini tetap berada dalam pengawasan ketat. Pemerintah Punjab memperketat distribusi layang-layang dengan sistem pelacakan kode QR, menyita bahan berbahaya, serta mengimbau pengendara sepeda motor memasang pelindung khusus untuk mencegah cedera akibat tali layang-layang.

Adu layang-layang tetap menjadi atraksi utama yang menyedot perhatian. Sorak sorai warga dari atap rumah mengiringi para peserta yang saling berusaha memutus tali lawan, menandai kebangkitan kembali salah satu tradisi paling ikonik di Pakistan. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB