Kontroversi Kiswah Ka’bah Diduga Dikirim ke Jeffrey Epstein, Dunia Muslim Soroti Peran Arab Saudi

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Dugaan pengiriman Kiswah, kain penutup suci Ka’bah, kepada terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein memicu kemarahan dan kecaman luas dari umat Islam di berbagai negara. Informasi tersebut terungkap dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada akhir Januari lalu.

Dokumen tersebut memuat korespondensi email tahun 2017 yang mengindikasikan pengiriman tiga potongan kain yang diklaim sebagai bagian dari Kiswah dari Arab Saudi ke kediaman Epstein di kawasan Karibia. Pengiriman itu diduga melalui perantara seseorang bernama Aziza al-Ahmadi.

Foto lain yang beredar menunjukkan Epstein memeriksa kain berornamen yang menyerupai bagian Kiswah, meski belum dapat dipastikan apakah kain tersebut asli. Banyak pengguna media sosial menyatakan kemarahan mereka, menyebut tindakan itu sebagai penghinaan terhadap simbol suci Islam.

Kiswah dan Nilai Sakralnya

Kiswah merupakan kain sutra hitam yang dihiasi ayat-ayat Al-Qur’an dengan benang emas dan perak. Kain ini menutupi seluruh bagian luar Ka’bah yang berada di dalam kompleks Masjidil Haram di Kota Mekah.

Setiap tahun, Kiswah diganti dengan yang baru saat Tahun Baru Islam. Kiswah lama biasanya dipotong dan disimpan, atau diberikan sebagai hadiah kehormatan kepada tokoh tertentu.

Baca Juga :  Cara Ampuh Membersihkan Kulkas dengan Soda Kue, Hilangkan Bau dan Kuman Secara Alami

Menurut penulis dan pengamat haji, Ahmed al‑Halabi, potongan Kiswah yang memiliki ornamen emas biasanya hanya diberikan kepada pemimpin negara Muslim atau pejabat tinggi sebagai simbol kehormatan.

Jejak Pengiriman ke Properti Epstein

Catatan menunjukkan paket tersebut tiba di rumah Epstein di Palm Beach sebelum diteruskan ke wilayah dekat Little St James Island, pulau pribadi Epstein yang berlokasi di Kepulauan Virgin Amerika Serikat.

Dalam dokumen bea cukai, paket itu dideskripsikan sebagai karya seni dengan nilai sekitar US$10.980. Email lain menyebut kain tersebut telah disentuh oleh jutaan Muslim yang menjalankan ibadah di sekitar Ka’bah, meningkatkan sensitivitas publik atas dugaan pengiriman tersebut.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi apakah potongan tersebut asli, hadiah resmi, atau hanya klaim sepihak.

Dugaan Hubungan Epstein dengan Jaringan Saudi

Dokumen juga mengungkap adanya komunikasi antara Epstein dan individu yang diduga memiliki koneksi dengan pejabat Saudi. Beberapa email menyebut kemungkinan pertemuan dengan tokoh yang disebut sebagai penasihat pemerintah dan pembahasan terkait kebijakan ekonomi, termasuk rencana terkait perusahaan minyak nasional Saudi Aramco.

Baca Juga :  Indonesia Dorong QRIS Tembus Negara-negara APEC, Perkuat Digitalisasi Pembayaran Global

Temuan ini memicu spekulasi mengenai upaya Epstein menjalin hubungan dengan lingkaran elit Saudi.

Sementara itu, sejarawan seni Islam dari SOAS University of London menyatakan Kiswah memang sangat dihormati umat Islam, meski secara teologis tidak dianggap memiliki kekuatan suci. Namun, ia menegaskan bahwa Kiswah tetap harus diperlakukan dengan penuh penghormatan dan tidak boleh dinodai.

Seruan Transparansi

Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait dokumen tersebut. Banyak pihak di dunia Muslim mendesak adanya penyelidikan transparan untuk memastikan keaslian Kiswah dan mengklarifikasi bagaimana kain tersebut bisa sampai ke tangan Epstein.

Kasus ini menambah kontroversi baru dalam skandal Epstein, sekaligus memunculkan pertanyaan serius tentang pengelolaan dan distribusi simbol suci Islam.(Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB