Jakarta, Porosjambimedia.com– Dugaan pengiriman Kiswah, kain penutup suci Ka’bah, kepada terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein memicu kemarahan dan kecaman luas dari umat Islam di berbagai negara. Informasi tersebut terungkap dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada akhir Januari lalu.
Dokumen tersebut memuat korespondensi email tahun 2017 yang mengindikasikan pengiriman tiga potongan kain yang diklaim sebagai bagian dari Kiswah dari Arab Saudi ke kediaman Epstein di kawasan Karibia. Pengiriman itu diduga melalui perantara seseorang bernama Aziza al-Ahmadi.
Foto lain yang beredar menunjukkan Epstein memeriksa kain berornamen yang menyerupai bagian Kiswah, meski belum dapat dipastikan apakah kain tersebut asli. Banyak pengguna media sosial menyatakan kemarahan mereka, menyebut tindakan itu sebagai penghinaan terhadap simbol suci Islam.
Kiswah dan Nilai Sakralnya
Kiswah merupakan kain sutra hitam yang dihiasi ayat-ayat Al-Qur’an dengan benang emas dan perak. Kain ini menutupi seluruh bagian luar Ka’bah yang berada di dalam kompleks Masjidil Haram di Kota Mekah.
Setiap tahun, Kiswah diganti dengan yang baru saat Tahun Baru Islam. Kiswah lama biasanya dipotong dan disimpan, atau diberikan sebagai hadiah kehormatan kepada tokoh tertentu.
Menurut penulis dan pengamat haji, Ahmed al‑Halabi, potongan Kiswah yang memiliki ornamen emas biasanya hanya diberikan kepada pemimpin negara Muslim atau pejabat tinggi sebagai simbol kehormatan.
Jejak Pengiriman ke Properti Epstein
Catatan menunjukkan paket tersebut tiba di rumah Epstein di Palm Beach sebelum diteruskan ke wilayah dekat Little St James Island, pulau pribadi Epstein yang berlokasi di Kepulauan Virgin Amerika Serikat.
Dalam dokumen bea cukai, paket itu dideskripsikan sebagai karya seni dengan nilai sekitar US$10.980. Email lain menyebut kain tersebut telah disentuh oleh jutaan Muslim yang menjalankan ibadah di sekitar Ka’bah, meningkatkan sensitivitas publik atas dugaan pengiriman tersebut.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi apakah potongan tersebut asli, hadiah resmi, atau hanya klaim sepihak.
Dugaan Hubungan Epstein dengan Jaringan Saudi
Dokumen juga mengungkap adanya komunikasi antara Epstein dan individu yang diduga memiliki koneksi dengan pejabat Saudi. Beberapa email menyebut kemungkinan pertemuan dengan tokoh yang disebut sebagai penasihat pemerintah dan pembahasan terkait kebijakan ekonomi, termasuk rencana terkait perusahaan minyak nasional Saudi Aramco.
Temuan ini memicu spekulasi mengenai upaya Epstein menjalin hubungan dengan lingkaran elit Saudi.
Sementara itu, sejarawan seni Islam dari SOAS University of London menyatakan Kiswah memang sangat dihormati umat Islam, meski secara teologis tidak dianggap memiliki kekuatan suci. Namun, ia menegaskan bahwa Kiswah tetap harus diperlakukan dengan penuh penghormatan dan tidak boleh dinodai.
Seruan Transparansi
Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait dokumen tersebut. Banyak pihak di dunia Muslim mendesak adanya penyelidikan transparan untuk memastikan keaslian Kiswah dan mengklarifikasi bagaimana kain tersebut bisa sampai ke tangan Epstein.
Kasus ini menambah kontroversi baru dalam skandal Epstein, sekaligus memunculkan pertanyaan serius tentang pengelolaan dan distribusi simbol suci Islam.(Dta)















