Moskow, Porosjambimedia.com – Wilayah Belgorod di Rusia dilaporkan mengalami pemadaman listrik besar-besaran setelah serangan yang dikaitkan dengan Ukraina menghantam fasilitas energi setempat. Insiden tersebut membuat ratusan ribu warga hidup dalam kegelapan.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (13/2/2026), Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, menyampaikan bahwa serangan tersebut merusak salah satu gardu induk utama di wilayah perbatasan itu. Akibatnya, lebih dari 220.000 penduduk terdampak gangguan pasokan listrik.
Menurut Gladkov, tim teknis dan darurat langsung dikerahkan untuk memperbaiki sistem yang rusak. Ia memperkirakan proses pemulihan membutuhkan waktu setidaknya empat jam sejak penanganan dimulai.
Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir wilayah Belgorod digempur ratusan drone dan puluhan amunisi. Serangan itu tidak hanya menyasar infrastruktur energi, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada bangunan tempat tinggal, fasilitas usaha, serta kendaraan warga.
Wakil Perdana Menteri Rusia, Marat Khusnullin, menyebut serangan tersebut sebagai salah satu yang paling serius terhadap sistem energi Rusia. Setelah meninjau langsung lokasi terdampak, ia menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi cukup signifikan dan berdampak luas terhadap masyarakat.
Menurutnya, lebih dari 330 personel darurat dan ratusan unit peralatan berat telah diterjunkan untuk mempercepat pemulihan. Pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan tambahan, termasuk bantuan finansial dan logistik.
Khusnullin menambahkan bahwa laporan hasil kunjungannya akan disampaikan langsung kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Ukraina terkait insiden tersebut. Serangan ini terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara Moskow dan Kyiv yang telah berlangsung sejak Februari 2022, dengan kedua pihak saling menargetkan infrastruktur energi terutama saat musim dingin. (Dta)















