Saat Stres Datang, Kenapa Ada yang Makin Lapar dan Ada yang Justru Tak Berselera?

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung , Porosjambimedia.com – Pernah merasa ingin terus ngemil saat sedang tertekan, atau sebaliknya malah tak tertarik makan sama sekali? Perubahan nafsu makan saat stres adalah hal yang umum terjadi dan dipengaruhi oleh reaksi alami tubuh serta kondisi psikologis seseorang.

Menariknya, stres tidak selalu menimbulkan dampak yang sama. Pada sebagian orang, stres memicu keinginan makan berlebih, sementara pada orang lain justru menekan rasa lapar. Perbedaan ini berkaitan erat dengan cara tubuh mengatur hormon dan emosi.

Respons Alami Tubuh Saat Mengalami Stres

Stres merupakan mekanisme pertahanan tubuh ketika menghadapi tekanan fisik maupun mental. Saat stres muncul, tubuh secara otomatis mengaktifkan sistem saraf untuk bersiap menghadapi ancaman.

Dalam kondisi ini, hormon seperti adrenalin dan kortisol dilepaskan untuk meningkatkan energi. Detak jantung meningkat, napas menjadi lebih cepat, dan fokus tubuh dialihkan ke hal-hal yang dianggap penting untuk bertahan. Akibatnya, proses pencernaan sementara waktu tidak menjadi prioritas.

Inilah sebabnya, pada kondisi stres mendadak, rasa lapar sering kali menurun atau bahkan hilang.

Baca Juga :  Keajaiban Medis: Pasien Bertahan Dua Hari Tanpa Paru-Paru Sebelum Transplantasi

Namun, bila tekanan berlangsung lama, tubuh tetap berada dalam kondisi siaga. Pelepasan hormon kortisol yang berkepanjangan justru dapat memicu perubahan besar pada pola makan.

Perbedaan Dampak Stres Jangka Pendek dan Panjang

Stres Sesaat Bisa Menekan Nafsu Makan

Stres yang bersifat singkat, seperti menghadapi ujian atau tenggat waktu mendesak, biasanya membuat seseorang lupa makan. Tubuh fokus menyelesaikan ancaman sehingga sinyal lapar ditekan untuk sementara.

Stres Berkepanjangan Cenderung Memicu Makan Berlebih

Berbeda dengan stres jangka pendek, stres yang terus-menerus dapat meningkatkan kadar kortisol dalam waktu lama. Kondisi ini sering dikaitkan dengan meningkatnya keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.

Tubuh seolah mencari “hadiah” atau rasa nyaman melalui makanan untuk meredakan tekanan emosional yang dirasakan.

Mengapa Respons Setiap Orang Bisa Berbeda?

1. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon lapar (ghrelin) dan hormon kenyang (leptin) berperan penting dalam mengatur asupan makanan. Stres kronis dapat mengganggu kerja kedua hormon ini, sehingga seseorang mudah lapar namun sulit merasa kenyang.

2. Faktor Psikologis dan Emosional

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengelola emosi. Ada yang menggunakan makanan sebagai pelarian saat stres, sementara yang lain justru kehilangan minat makan karena kecemasan berlebihan.

Baca Juga :  Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 5 Tahun Penjara atas Skandal Darurat Militer

3. Pola Hidup Sehari-hari

Kurang tidur, kebiasaan makan yang tidak teratur, serta minimnya dukungan sosial dapat memperburuk dampak stres terhadap nafsu makan. Tidur yang buruk, misalnya, terbukti dapat mengacaukan sinyal lapar dan kenyang.

Cara Menjaga Pola Makan Tetap Seimbang Saat Stres

Agar stres tidak berdampak buruk pada kesehatan, beberapa langkah sederhana bisa diterapkan, seperti menjaga jam makan tetap teratur, melakukan aktivitas fisik ringan, serta meluangkan waktu untuk relaksasi.

Memahami hubungan antara stres dan nafsu makan dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap sinyal tubuhnya, sehingga tetap mampu menjaga keseimbangan nutrisi meski berada di bawah tekanan. (Ai)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB