Jakarta, Porosjambimedia.com— Partai Bhumjaithai yang dipimpin Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul tampil dominan dalam pemilihan umum yang digelar Minggu (8/2). Partai tersebut mencatat kemenangan besar dan menempatkan diri sebagai kekuatan utama di parlemen Thailand.
Anutin, yang menjabat perdana menteri sejak akhir 2025, naik ke tampuk kekuasaan setelah pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Paetongtarn Shinawatra dari Partai Pheu Thai tumbang. Kejatuhan itu dipicu eskalasi konflik politik imbas sengketa perbatasan Thailand dengan Kamboja.
Dalam konferensi pers usai pemungutan suara, Anutin menyebut kemenangan Bhumjaithai bukan sekadar keberhasilan partai, melainkan mandat rakyat Thailand secara keseluruhan.
“Kemenangan ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Thailand, tanpa memandang pilihan politik mereka,” ujar Anutin. Ia menegaskan pemerintahannya akan bekerja maksimal untuk memenuhi kepentingan publik, sebagaimana dikutip Reuters.
Hingga 95 persen suara masuk, Komisi Pemilihan Umum Thailand mencatat Bhumjaithai meraih sekitar 192 kursi parlemen. Jumlah itu jauh melampaui Partai Rakyat dengan 117 kursi dan Pheu Thai yang hanya memperoleh 74 kursi.
Pengamat politik dari lembaga kajian Thailand Future, Napon Jatusripitak, menilai meski Bhumjaithai belum mencapai mayoritas absolut, hasil ini memberikan posisi tawar yang sangat kuat dalam pembentukan pemerintahan dan pelaksanaan agenda politik.
Ia menambahkan, kemenangan ini membuka peluang terbentuknya pemerintahan yang stabil dan efektif, sesuatu yang jarang terjadi dalam politik Thailand beberapa tahun terakhir.
Analis lain menilai keberhasilan Anutin ditopang oleh pendekatan nasionalisme yang kuat, ditambah strategi Bhumjaithai dalam menggalang dukungan aparat keamanan serta pemilih di wilayah pedesaan. (Dta)















