Strategi Bayu Tuntaskan S2 Lebih Cepat di UB dengan IPK 4,00, Ini Rahasianya

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Prestasi akademik membanggakan datang dari Universitas Brawijaya (UB). Seorang mahasiswa pascasarjana berhasil menyelesaikan studi magister dalam waktu singkat dengan nilai sempurna dan meraih predikat lulusan terbaik.

Mahasiswa tersebut adalah Endrianto Bayu Setiawan, lulusan Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum UB, yang sukses meraih IPK 4,00 sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Pascasarjana UB.

Di balik pencapaiannya, terdapat perencanaan matang, konsistensi belajar, serta komitmen kuat terhadap dunia akademik. Berikut kisah dan tips yang dibagikan Bayu selama menempuh pendidikan.

Menyusun Target Sejak Awal Kuliah

Keberhasilan Bayu bukanlah hasil instan. Sejak awal menjadi mahasiswa, ia sudah menetapkan tujuan jangka panjang dalam hidupnya.

Ia mengaku pernah membuat peta kehidupan (life mapping) yang memuat rencana pendidikan hingga jenjang doktoral. Dari sanalah muncul keinginannya memanfaatkan jalur fast track agar proses studi bisa lebih efisien.

Menurutnya, memilih fast track merupakan keputusan strategis karena bidang hukum yang ia tekuni sejak sarjana masih sejalan dengan minat dan rencana risetnya di jenjang magister.

Fast Track Jadi Pilihan Efektif

Bayu menilai program fast track memberi banyak keuntungan, terutama dari sisi waktu dan biaya. Selain itu, jalur ini memungkinkan keberlanjutan riset yang lebih mendalam.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Siapkan Program Satu TK per Desa Lewat Revitalisasi Pendidikan Nasional

Dengan fokus pada bidang hukum dan penelitian, ia merasa transisi dari S1 ke S2 menjadi lebih terarah dan tidak perlu memulai dari nol.

Aktif Akademik di Tengah Tantangan Berat

Selama kuliah, Bayu tidak hanya berfokus pada perkuliahan formal. Ia aktif mengikuti kompetisi hukum, terlibat dalam kegiatan riset, serta rutin menulis karya ilmiah.

Namun, ia mengakui bahwa tuntutan akademik di jenjang magister jauh lebih berat dibandingkan sarjana. Terutama dalam hal penulisan artikel ilmiah yang harus dipublikasikan di jurnal bereputasi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bayu mempersiapkan artikel jurnalnya jauh hari sebelum masa kelulusan, sehingga proses studi dapat berjalan lebih lancar.

Kunci Meraih IPK Sempurna

Menurut Bayu, capaian IPK maksimal bukan semata soal kecerdasan, tetapi juga strategi belajar. Ia selalu mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, konsisten membaca literatur, dan aktif menulis.

Selain itu, keaktifan berdiskusi di kelas juga menjadi faktor penting agar pemahaman materi lebih mendalam.

Ia menekankan bahwa mahasiswa hukum perlu melatih tiga kemampuan utama: membaca, menulis, dan berbicara, karena ketiganya sangat menentukan keberhasilan studi.

Baca Juga :  Indonesia Tanggapi Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS, Tekankan Dialog dan Hukum Internasional

Lingkungan Kampus yang Mendukung

Bayu juga menilai lingkungan akademik UB sangat berperan dalam menunjang prestasinya. Ia merasa terbantu dengan dosen yang terbuka untuk diskusi serta fasilitas kampus yang lengkap.

Akses jurnal internasional, layanan pengecekan plagiasi, dan koleksi buku menjadi faktor pendukung yang mempermudah proses belajar dan penelitian.

Menjaga Keseimbangan Fisik dan Mental

Meski dikenal berprestasi, Bayu mengaku tetap mengalami kejenuhan. Untuk mengatasinya, ia memilih aktivitas sederhana seperti nongkrong bersama teman, ngopi, atau berolahraga ringan.

Baginya, menjaga kesehatan mental dan fisik sama pentingnya dengan pencapaian akademik.

Dengan prinsip belajar sepanjang hayat (lifelong learner), Bayu berkomitmen untuk terus mengembangkan diri dan tidak berhenti belajar, baik di dalam maupun di luar dunia kampus. (Ai)

Berita Terkait

SMAN 4 Kerinci Gelar Pekan Karya, Angkat Tradisi Balahak dan Kearifan Lokal
Mubes IV PMHKS Digelar, Irfan Hermawan Terpilih Nahkodai Kepengurusan Baru
Gelar Karya SMAN 4 Kerinci Siap Digelar, Yuk Meriahkan Ajang Kreativitas dan Pelestarian Budaya
KOMPAS Madrasah Kerinci 2026 Resmi Dimulai, Peserta Berebut Tiket Wakili Daerah ke Tingkat Jambi
Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2026 Resmi Dibuka, Ada untuk Jenjang S1 hingga S3
Semangat Kemerdekaan dan Kebersamaan Warnai Gebyar HUT RI ke-81 di SMAN 4 Kerinci
Gebyar HUT RI ke-81 SMAN 4 Kerinci: Menghidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Kebersamaan dan Karya Siswa
Dinda Putri Khamisah, Putri Kerinci yang Bawa ITB Wakili Asia Pasifik di Final Global 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB