Jakarta, Porosjambimedia.com – Prestasi akademik membanggakan datang dari Universitas Brawijaya (UB). Seorang mahasiswa pascasarjana berhasil menyelesaikan studi magister dalam waktu singkat dengan nilai sempurna dan meraih predikat lulusan terbaik.
Mahasiswa tersebut adalah Endrianto Bayu Setiawan, lulusan Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum UB, yang sukses meraih IPK 4,00 sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Pascasarjana UB.
Di balik pencapaiannya, terdapat perencanaan matang, konsistensi belajar, serta komitmen kuat terhadap dunia akademik. Berikut kisah dan tips yang dibagikan Bayu selama menempuh pendidikan.
Menyusun Target Sejak Awal Kuliah
Keberhasilan Bayu bukanlah hasil instan. Sejak awal menjadi mahasiswa, ia sudah menetapkan tujuan jangka panjang dalam hidupnya.
Ia mengaku pernah membuat peta kehidupan (life mapping) yang memuat rencana pendidikan hingga jenjang doktoral. Dari sanalah muncul keinginannya memanfaatkan jalur fast track agar proses studi bisa lebih efisien.
Menurutnya, memilih fast track merupakan keputusan strategis karena bidang hukum yang ia tekuni sejak sarjana masih sejalan dengan minat dan rencana risetnya di jenjang magister.
Fast Track Jadi Pilihan Efektif
Bayu menilai program fast track memberi banyak keuntungan, terutama dari sisi waktu dan biaya. Selain itu, jalur ini memungkinkan keberlanjutan riset yang lebih mendalam.
Dengan fokus pada bidang hukum dan penelitian, ia merasa transisi dari S1 ke S2 menjadi lebih terarah dan tidak perlu memulai dari nol.
Aktif Akademik di Tengah Tantangan Berat
Selama kuliah, Bayu tidak hanya berfokus pada perkuliahan formal. Ia aktif mengikuti kompetisi hukum, terlibat dalam kegiatan riset, serta rutin menulis karya ilmiah.
Namun, ia mengakui bahwa tuntutan akademik di jenjang magister jauh lebih berat dibandingkan sarjana. Terutama dalam hal penulisan artikel ilmiah yang harus dipublikasikan di jurnal bereputasi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bayu mempersiapkan artikel jurnalnya jauh hari sebelum masa kelulusan, sehingga proses studi dapat berjalan lebih lancar.
Kunci Meraih IPK Sempurna
Menurut Bayu, capaian IPK maksimal bukan semata soal kecerdasan, tetapi juga strategi belajar. Ia selalu mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, konsisten membaca literatur, dan aktif menulis.
Selain itu, keaktifan berdiskusi di kelas juga menjadi faktor penting agar pemahaman materi lebih mendalam.
Ia menekankan bahwa mahasiswa hukum perlu melatih tiga kemampuan utama: membaca, menulis, dan berbicara, karena ketiganya sangat menentukan keberhasilan studi.
Lingkungan Kampus yang Mendukung
Bayu juga menilai lingkungan akademik UB sangat berperan dalam menunjang prestasinya. Ia merasa terbantu dengan dosen yang terbuka untuk diskusi serta fasilitas kampus yang lengkap.
Akses jurnal internasional, layanan pengecekan plagiasi, dan koleksi buku menjadi faktor pendukung yang mempermudah proses belajar dan penelitian.
Menjaga Keseimbangan Fisik dan Mental
Meski dikenal berprestasi, Bayu mengaku tetap mengalami kejenuhan. Untuk mengatasinya, ia memilih aktivitas sederhana seperti nongkrong bersama teman, ngopi, atau berolahraga ringan.
Baginya, menjaga kesehatan mental dan fisik sama pentingnya dengan pencapaian akademik.
Dengan prinsip belajar sepanjang hayat (lifelong learner), Bayu berkomitmen untuk terus mengembangkan diri dan tidak berhenti belajar, baik di dalam maupun di luar dunia kampus. (Ai)















