Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Menguat Meski Outlook Kredit Moody’s Jadi Negatif

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Porosjambimedia.com– Pemerintah merespons dengan tenang keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service yang merevisi outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, peringkat utang jangka panjang Indonesia masih bertahan di level Baa2, satu tingkat di atas batas minimum investment grade.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,39 persen pada kuartal IV dan 5,11 persen secara kumulatif sepanjang 2025.

Menurut Purbaya, perbaikan kinerja ekonomi tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam membalikkan arah perekonomian secara bertahap dan berkelanjutan. Ia meyakini lembaga pemeringkat akan menyesuaikan penilaiannya seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional.

Baca Juga :  Imbauan Matikan Ponsel dan Laptop karena Radiasi Kosmik ternyata HOAX

Purbaya juga menilai perubahan outlook tersebut kemungkinan dilakukan sebelum data resmi pertumbuhan ekonomi dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan mempertimbangkan kondisi fiskal yang tetap terjaga serta defisit anggaran yang terkendali, ia menilai sentimen negatif tersebut bersifat sementara.

Lebih lanjut, pemerintah menilai risiko penurunan peringkat utang Indonesia relatif kecil. Dibandingkan dengan sejumlah negara lain, posisi fiskal Indonesia dinilai masih solid dan memiliki ruang untuk terus membaik.

Baca Juga :  Tebar Kebaikan di Hari Jumat, Rutan Sungai Penuh kembali Salurkan Bantuan Sosial

Ke depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, bahkan membuka peluang peningkatan peringkat kredit apabila ekonomi mampu tumbuh di atas enam persen pada akhir tahun. Untuk itu, penguatan fundamental ekonomi tetap menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB