Jet Lag Bikin Liburan Kurang Maksimal? Ahli Sarankan Ikuti Pola Cahaya Setempat

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com– Perjalanan lintas zona waktu sering meninggalkan efek lelah berkepanjangan, sulit tidur, hingga sulit fokus. Kondisi ini dikenal sebagai jet lag dan kerap dialami wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis internasional.

Para pakar menyebut, cara paling efektif untuk mengatasi jet lag bukan dengan memaksa tidur, melainkan menyesuaikan diri dengan pola cahaya di lokasi tujuan. Cahaya berperan besar dalam mengatur jam biologis manusia.

Ahli neurologi Dr. Lynette Gogol menjelaskan bahwa semakin jauh perbedaan zona waktu yang ditempuh, semakin besar gangguan pada sistem sirkadian tubuh.

“Perjalanan ke arah timur biasanya lebih berat dibanding ke barat. Tubuh dipaksa bangun dan tidur lebih awal, sementara jam biologis manusia secara alami lebih mudah melambat daripada dipercepat,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari media internasional.

Cahaya Jadi Kunci Pemulihan Jet Lag

Menurut Dr. Gogol, paparan cahaya adalah sinyal terkuat bagi otak untuk mengatur ulang jam biologis. Namun, waktu paparan cahaya harus tepat agar tidak memperparah jet lag.

Baca Juga :  Andi Soraya Sambut 2026 dengan Harapan Besar: Kebahagiaan Pribadi Tak Ada Artinya Tanpa Empati

Jika bepergian ke arah timur, wisatawan disarankan mendapatkan paparan cahaya pagi sebanyak mungkin. Hal ini membantu tubuh lebih cepat menyesuaikan waktu tidur dan bangun sesuai jam lokal. Sebaliknya, cahaya terang di sore hingga malam hari sebaiknya dikurangi.

Sementara untuk perjalanan ke arah barat, cahaya sore dan awal malam justru membantu tubuh menunda rasa kantuk, sehingga penyesuaian jam biologis berlangsung lebih alami.

“Tubuh akan lebih cepat beradaptasi jika menerima sinyal cahaya yang konsisten dan sesuai dengan arah perubahan zona waktu,” jelasnya.

Alternatif Jika Cahaya Alami Terbatas

Bila sinar matahari sulit diperoleh, cahaya buatan intensitas tinggi bisa dimanfaatkan. Paparan cahaya sekitar 10.000 lux selama 20–30 menit di pagi hari dapat membantu menyesuaikan ritme tubuh, terutama setelah perjalanan ke arah timur. Namun, penentuan waktunya harus tepat agar hasilnya optimal.

Baca Juga :  Bupati Monadi Resmikan Pelayanan RSUD Kerinci dan RSUD Bukit Kerman

Tenaga medis Kelsey Pabst menambahkan bahwa jet lag sejatinya bukan hanya soal kurang tidur.

“Jet lag terjadi ketika jam internal tubuh tidak sejalan dengan siklus terang dan gelap di lingkungan baru. Ketidaksinkronan ini bisa memengaruhi energi, emosi, pencernaan, hingga konsentrasi,” jelasnya.

Ia juga menyarankan penggunaan melatonin dosis rendah (0,5–3 mg) sebelum tidur dan penutup mata untuk meminimalkan paparan cahaya saat istirahat, terutama jika melintasi lebih dari enam zona waktu.

Dengan memahami peran cahaya dan mengatur paparan secara tepat, wisatawan dapat mempercepat adaptasi tubuh, menjaga stamina, dan menikmati perjalanan tanpa terganggu jet lag.  (Ai)

Berita Terkait

Mubes IV PMHKS Digelar, Irfan Hermawan Terpilih Nahkodai Kepengurusan Baru
Baru Diluncurkan, Freelander 8 Raup 5.000 Pesanan Hanya dalam 12 Jam
4 Ide Kreatif Memanfaatkan Botol Parfum Bekas agar Tak Berakhir Jadi Sampah
Presiden Club UNJA Resmi Terbentuk, Himpun Presiden Mahasiswa Lintas Generasi untuk Mengabdi bagi Almamater dan Bangsa
Sah! Reval Kurniawan Nahkodai MMA Jambi. Era Baru Dimulai :  MMA Jambi Siap Guncang Oktagon Nasional !
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Lomba Stand Up Comedy Polda Jambi Sukses Hibur Masyarakat
Dukung Pemasyarakatan yang Lebih Baik- Staf Menteri IMIPAS Resmikan Gerai Puskopasindo Kanwil Ditjenpas Jambi
Tingkatkan Profesionalisme, Polda Jambi Gelar Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas TA 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB