Porosjambimedia.com – Namira Adjani membawa kabar membanggakan di awal tahun 2026. Putri dari Alya Rohali tersebut resmi diganjar Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaiannya di dunia olahraga lari marathon internasional. Namira tercatat sebagai perempuan termuda Indonesia yang berhasil meraih Six Star Finisher Medal dalam ajang World Major Marathon.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Namira sukses menyelesaikan enam marathon bergengsi dunia yang tergabung dalam World Major Marathon (WMM). Keenam ajang tersebut berlangsung di Tokyo, Boston, New York, London, Chicago, dan Berlin. Prestasi ini berhasil diraih Namira pada usia 25 tahun, usia yang tergolong sangat muda untuk capaian sebesar itu.
Six Star Finisher Medal merupakan penghargaan khusus yang hanya diberikan kepada pelari yang mampu menuntaskan seluruh rangkaian World Major Marathon. Tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik yang prima, pencapaian ini juga menuntut konsistensi, ketahanan mental, serta dedikasi jangka panjang dalam dunia lari jarak jauh.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Namira mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut dirinya kini menjadi pemegang rekor Indonesia dan mengakui bahwa perjalanan panjangnya di dunia lari tidak lepas dari konsistensi yang dijaga selama bertahun-tahun.
Namira juga menegaskan bahwa dukungan dari orang-orang terdekat memiliki peran besar dalam keberhasilannya. Ia berharap perjalanan dan pencapaiannya ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk mencintai olahraga lari serta menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah kabar Rekor MURI tersebut diumumkan, Namira Adjani langsung menerima banyak ucapan selamat dari warganet maupun rekan-rekan sesama pelari. Kolom komentarnya dipenuhi apresiasi yang memuji kerja keras dan dedikasinya dalam menekuni olahraga marathon.
Prestasi Namira Adjani ini sekaligus menambah daftar atlet dan figur muda Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, khususnya di bidang olahraga. Pencapaiannya menjadi bukti bahwa dengan disiplin dan komitmen, prestasi kelas dunia dapat diraih sejak usia muda. (Tin)















