Penyeberangan Rafah Dibuka Terbatas, Gaza Kembali Terhubung dengan Mesir Setelah Berbulan-bulan Tertutup

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rafah, Porosjambimedia.com– Israel mengumumkan pembukaan kembali secara terbatas penyeberangan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir pada Minggu (1/2/2026). Keputusan ini diambil setelah tekanan berkepanjangan dari komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan terkait krisis sipil di Gaza.

Mengutip laporan AFP, pembukaan penyeberangan hanya diperuntukkan bagi pergerakan orang dan tidak mencakup distribusi barang atau bantuan skala besar. Akses tersebut dilakukan di tengah situasi keamanan yang masih belum stabil akibat konflik yang terus berlangsung di wilayah Palestina.

Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan puluhan korban jiwa akibat serangan Israel pada Sabtu (31/1). Di sisi lain, militer Israel menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.

Penyeberangan Rafah selama ini menjadi jalur vital bagi warga sipil Gaza, terutama untuk evakuasi medis dan perjalanan kemanusiaan. Namun, perlintasan tersebut ditutup sejak Mei 2024 setelah Israel mengambil alih kendali wilayah itu. Pembukaan terbatas sempat dilakukan awal 2025, namun tidak berlangsung lama.

Israel sebelumnya menyatakan tidak akan membuka kembali Rafah sebelum jenazah sandera Israel terakhir, Ran Gvili, dikembalikan. Setelah jenazah tersebut ditemukan dan dimakamkan di Israel pada pekan lalu, pembukaan kembali akhirnya direalisasikan.

Baca Juga :  Cristiano Ronaldo Perluas Bisnis, Akuisisi Saham Klub Spanyol dan Perusahaan Nutrisi Global

“Perlintasan Rafah akan dibuka pada Minggu (1 Februari) untuk dua arah, dengan pembatasan ketat dan hanya untuk pergerakan individu tertentu,” ujar COGAT, lembaga Kementerian Pertahanan Israel yang mengoordinasikan urusan sipil di wilayah Palestina.

Masuk dan keluarnya warga akan dilakukan melalui koordinasi dengan Mesir, disertai pemeriksaan keamanan oleh Israel serta pengawasan misi Uni Eropa. Meski demikian, belum ada kejelasan mengenai jumlah orang yang diizinkan melintas maupun kebijakan bagi warga yang ingin kembali ke Gaza.

Sumber di perbatasan menyebutkan, pembukaan tahap awal difokuskan pada persiapan teknis dan pengaturan logistik, termasuk kemungkinan evakuasi warga yang terluka. Pembukaan reguler dijadwalkan mulai Senin (2/2), meski kesepakatan kuota penyeberangan belum tercapai.

Mesir menyatakan akan menerima seluruh warga Palestina yang mendapat izin keluar dari Gaza oleh otoritas Israel. Harapan besar pun muncul di kalangan warga sipil, terutama mereka yang membutuhkan perawatan medis di luar wilayah konflik.

“Setiap hari kondisi saya semakin memburuk. Saya hanya menunggu momen pembukaan Rafah agar bisa berobat,” ujar Mohammed Shamiya (33), penderita gagal ginjal yang membutuhkan dialisis di luar negeri.

Baca Juga :  Seorang perempuan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok ditangkap Imigrasi Kerinci Saat berdagang di pasar Sungai Penuh

Rafah merupakan satu-satunya pintu keluar-masuk Gaza yang tidak melalui wilayah Israel. Penyeberangan ini berada di area yang masih diawasi pasukan Israel pasca-penarikan ke belakang ‘Garis Kuning’ sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak Oktober 2025.

Gencatan senjata kini memasuki fase kedua, yang salah satu poin utamanya adalah pembukaan kembali akses perbatasan setelah seluruh sandera Israel dipulangkan. Hamas pun mendesak agar Rafah dibuka sepenuhnya untuk kedua arah.

Pembukaan ini juga diperkirakan menjadi jalan masuk bagi Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), badan teknokrat beranggotakan 15 orang yang disiapkan untuk mengelola pemerintahan sipil Gaza. Komite tersebut berada di bawah pengawasan Dewan Perdamaian internasional yang dipimpin Presiden AS Donald Trump.

NCAG yang dipimpin Ali Shaath, mantan pejabat Otoritas Palestina, dijadwalkan memasuki Gaza setelah akses Rafah kembali berfungsi. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB