Kesaksian ART Ungkap Detik-detik Terakhir Lula Lahfah, Sempat Mengerang Kesakitan Dini Hari

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Kronologi meninggalnya selebgram Lula Lahfah perlahan terungkap melalui penyelidikan pihak kepolisian. Salah satu keterangan penting berasal dari Asisten Rumah Tangga (ART) yang berada di apartemen Lula dan menjadi saksi awal sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, Lula Lahfah diketahui kembali ke apartemennya yang berada di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis malam, 22 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Setibanya di apartemen, Lula langsung masuk ke kamar pribadinya dan tidak terlihat keluar lagi.

Menurut keterangan ART, pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, terdengar suara dari arah kamar Lula. Suara tersebut diduga merupakan erangan seseorang yang tengah menahan rasa sakit. ART mendengar jelas suara tersebut, namun tidak mengetahui secara pasti apa yang sedang dialami Lula pada saat itu.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, Lula Lahfah memang memiliki riwayat penyakit. Beberapa kondisi kesehatan yang diderita di antaranya batu ginjal dan asam lambung akut. Riwayat penyakit ini menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam proses penyelidikan.

Baca Juga :  Rugi Ratusan juta dan perhiasan emas, Satu Unit Rumah di Semurup Ludes Terbakar.

Pada keesokan harinya, Jumat, 23 Januari 2026, ART Lula sempat mencoba mengetuk pintu kamar sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, tidak ada respons atau jawaban dari dalam kamar. Hingga menjelang siang, kondisi tersebut tidak berubah dan Lula tak kunjung keluar dari kamar.

Merasa khawatir, ART kemudian menghubungi pihak keluarga serta teman-teman dekat Lula Lahfah. Selain itu, ART juga meminta bantuan pihak keamanan apartemen untuk membuka pintu kamar, mengingat kamar tersebut dalam kondisi terkunci dari dalam.

Pihak apartemen sempat menunggu hingga ada keluarga atau orang terdekat yang dapat memberikan izin sebelum pintu kamar dibuka secara paksa. Setelah koordinasi dilakukan, akhirnya pintu kamar Lula dibuka pada sore hari.

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya pada Jumat sore sekitar pukul 17.50 WIB. Saat ditemukan, posisi tubuh Lula telentang di atas kasur, berselimut kain berwarna putih, mengenakan kaus putih dan celana pendek berwarna hitam.

Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis di Rumah Sakit Fatmawati juga tidak menunjukkan indikasi kekerasan fisik.

Baca Juga :  SATU PEKAN MENGHILANG DUA DARA KEMBALI DITEMUKAN

Selain itu, polisi menemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan di dalam apartemen Lula Lahfah. Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa korban memang tengah menjalani perawatan medis sebelum meninggal dunia.

Meski demikian, hingga saat ini penyebab pasti kematian Lula Lahfah masih belum diumumkan secara resmi. Pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan tim medis serta melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab meninggalnya selebgram tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kasus meninggalnya Lula Lahfah pun menyita perhatian publik, mengingat sosoknya dikenal luas di media sosial. Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban. (Tin)

Berita Terkait

Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Hotman Paris Apresiasi Penanganan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Soroti Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi
Sidang MDR Memanas, Jaksa Ungkap Pengakuan Terdakwa, PH Minta Tes DNA
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kebakaran Hebat Landa Rumah Orang tua Mantan PJ.Bupati Asraf hingga Merambat kerumahnya.
Laporan ITE Berbulan-Bulan Jalan di Tempat, Arya Candra: Jangan Biarkan Pencari Keadilan Digantung Tanpa Kepastian
Perkara MDR Mulai Disidangkan, Tim Hukum Soroti Proses Penyidikan dan Bukti DNA
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB