Jakarta, Porosjambimedia.com – Suasana duka menyelimuti pemakaman Lula Lahfah yang digelar di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur. Salah satu momen paling menyayat hati datang dari Reza Arap Oktovian yang tampak terpukul berat setelah kepergian sang kekasih. Sejak prosesi pemakaman dimulai hingga selesai, Reza Arap terlihat terus mendampingi dan nyaris tidak meninggalkan sisi jenazah.
Awalnya, Reza Arap berusaha menahan emosinya dan tampil tegar di hadapan keluarga serta kerabat yang hadir. Namun, setelah prosesi pemakaman selesai dan suasana mulai sepi, emosinya akhirnya runtuh. Tangisnya pecah dan berubah menjadi luapan kesedihan yang sulit dikendalikan.
Di area pemakaman, Reza Arap terdengar melontarkan kalimat penuh emosi seolah meluapkan penyesalan dan rasa kehilangan yang mendalam. Ia berteriak mempertanyakan mengapa suaranya seolah tidak pernah didengar. Kalimat-kalimat tersebut diucapkan dengan nada tinggi sambil menangis histeris, membuat suasana duka semakin terasa berat.
Kesedihan Reza Arap semakin terlihat ketika ia kembali mengulang ungkapan serupa, menunjukkan betapa hancurnya perasaan yang ia rasakan. Beberapa teman dekat yang berada di lokasi langsung berusaha menenangkan, merangkul, serta menghalangi sorotan agar momen tersebut tidak menjadi pusat perhatian banyak orang.
Meski dalam kondisi emosi yang meledak-ledak, Reza Arap sempat menegaskan bahwa dirinya tidak peduli dengan pandangan sekitar. Luapan emosi itu menjadi gambaran betapa besar rasa kehilangan yang ia alami atas kepergian Lula Lahfah yang begitu mendadak.
Setelah beberapa saat, Reza Arap perlahan mulai menenangkan diri. Di tengah suasana yang masih dipenuhi duka, sisi lembutnya kembali terlihat. Sebelum meninggalkan area pemakaman, ia menghampiri ibunda Lula Lahfah yang juga tampak terpukul atas kepergian putrinya.
Dengan penuh hormat, Reza Arap bersimpuh di hadapan ibunda Lula, mencium tangan, dan berbincang singkat. Ia juga terlihat berpamitan dengan ayah Lula Lahfah, M. Feroz, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada keluarga yang ditinggalkan.
Langkah Reza Arap tampak berat saat harus meninggalkan TPU. Ia menyampaikan harapannya agar doa-doa yang dipanjatkan tidak ditujukan untuk dirinya, melainkan untuk keluarga Lula Lahfah yang kini harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran orang tercinta. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh haru dalam rangkaian pemakaman Lula Lahfah. (Tin)















